DPRD Sumba Barat Daya Tolak Lantik Bupati dan Wakil Bupati
Kamis, 31 Juli 2014 | 11:45 WIB
Kupang - Ketua DPRD Sumba Barat Daya (SBD) Yoseph Malo Lende bersama 16 orang anggota DPRD bertemu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya di Kupang, pekan lalu. Mereka menyampaikan penolakan rencana pelantikan bupati dan wakil bupati SBD periode 2014-2019, Markus Dairo Tallu dan Ndara Tanggu Kaha.
Alasannya, saat ini masih dilakukan proses hukum di PTUN Jakarta, menyusul dugaan kecurangan proses pemilihan kepala daerah (pilkada) yang diduga dilakukan komisioner KPU SBD untuk memenangkan pasangan tersebut.
"Mendagri Gamawan Fauzi seharusnya cermat melihat putusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Pengadilan Negeri (PN) Sumba Barat. PN Sumba Barat memenangkan Kornelius Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto, sedangkan MK memenangkan Markus-Ndara," kata Yoseph yang dihubungi SP lewat telepon, Kamis (31/7).
Seperti diberitakan, kisruh Pilkada SBD pecah setelah KPU setempat menetapkan Markus-Ndara sebagai pemenang melalui surat penetapan pada 10 Agustus 2013. Keputusan itu digugat pasangan Kornelius-Daud ke MK, namun ditolak. Kemenangan Markus-Ndara juga berujung bentrok yang menewaskan tiga orang. Sejak saat itu kisruh pilkada terus terjadi hingga saat ini, termasuk pembakaran kantor KPU dan rumah ketua DPRD SBD.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




