Kalbe Revisi Target Pertumbuhan
Jumat, 8 Agustus 2014 | 17:43 WIB
Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk merevisi target penjualan tahun 2014 sebesar 14-16 % menjadi 11-13 %. Pertumbuhan produk pihak ketiga (non-Kalbe) pada divisi distribusi & logistik yang rendah menjadi penyebabnya.
Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius mengatakan penjualan produk non-Kalbe hanya berkontribusi 32 persen total penjualan Kalbe dari prediksi awal sebesar 37 persen. Di satu sisi, nilai tukar rupiah yang melemah juga membuat jaringan distribusi dan logistik Kalbe mengalami penurunan pendapatan.
"Target pendapatan akhir tahun kemungkinan menurun menjadi kisaran Rp 17,76 triliun dan Rp 18,08 triliun dari target awal Rp 18,24 triliun dan Rp 18,56 triliun, " tuturnya dalam acara hala di halal di Jakarta, Jumat (8/8).
Perusahaan tetap menargetkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 1,2 triliun yang akan digunakan utamanya untuk peningkatan kapasitas produk Kalbe.
Produk Kalbe terdiri dari empat divisi yakni divisi obat resep (cefspan, brainact, broadced), divisi obat bebas (promag, mixagrip, komix, wood, fatigon), divisi minuman energi (hydro coco, extra joss, nitros, dan divisi nutrisi (prenagen, chilkid, diabetasol).
Selain itu, perusahaan juga akan fokus pada ekspor yang mengalami peningkatan 1 persen menjadi 5 persen dari posisi tahun lalu sebesar 4 persen.
Perusahaan akan menyasar pasar ASEAN dan Eropa. Selama ini telah mengekspor produk energi kesehatan Filipina dan produk susu kesehatan remaja ke Myanmar, pasar lainnya Singapura dan Tiongkok.
Sejak berdiri tahun 1966, Kalbe telah mencatat pertumbuhan ekspor 36 persen dimana rata-rata pertumbuhan satu tahun mencapai 1 persen.
Pada semester I-2014, perusahaan mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 12,9 persen menjadi Rp 8.380 miliar dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7.421 miliar.
Sementara laba kotor tumbuh 10,8 persen menjadi Rp 4.021 miliar. Rasio laba kotor terhadap penjualan menurun 0,9 persen menjadi 47,9 persen dari 48,8 persen.
Kalbe juga hanya mencatatkan kenaikan laba bersih 7,7 persen menjadi Rp 992,91 miliar pada semester I-2014, menurun dari kenaikan laba bersih tahun lalu sebesar 14 persen.
Depresiasi rupiah lebih dari 20 persen secara year on years dari Rp 9.292 per US$ pada Juni 2013 menjadi Rp 11.969 per US$ pada Juni 2014 dinilai menjadi pemicu penurunan laba bersih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




