Begadang dan Penerangan, Ganggu Kesuburan Wanita

Minggu, 10 Agustus 2014 | 05:56 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Ilustrasi tidur berkualitas
Ilustrasi tidur berkualitas (bodyandsoul)

Bagi wanita yang mendambakan untuk segera punya momongan, ada baiknya tidak begadang dan tidur cukup selama delapan jam. Sedangkan saat tidur, lampu penerangan kamar sebaiknya dipadamkan. Mengapa hal itu mesti dilakukan? Berdasarkan penelitian yang dilakukan Russel Reiter dari Universitas Texas, begadang dan lampu yang terlalu terang saat tidur akan mengganggu kesuburan wanita.

Seperti dikutip Dailymail, Reiter menjelaskan, setiap kali suasana yang gelap saat Anda tertidur juga berperan besar dalam peluang pembuahan bagi seorang wanita. Hal tersebut terjadi karena hormon melatonin yang melindungi sel telur wanita dari stres diproduksi saat gelap. Itu sebabnya, menyalakan lampu di malam hari saat tidur ternyata dapat menurunkan produksi melatonin.

"Selain itu wanita yang sedang berusaha hamil sebaiknya menghabiskan 8 jam untuk tidur malam dalam gelap," jelas pria yang menjadi dosen di University of Texas, itu.

Reiter menambahkan, agar mendapatkan produksi melatonin yang maksimal, pastikan tidak ada cahaya luar yang masuk ke dalam ruangan tidur. Matikan lampu utama dan hindari cahaya TV atau perangkat elektronik lainnya.

Jika menggunakan lampu tidur, disarankan untuk menggunakan yang berwarna kuning atau merah. Serta hindari cahaya yang berwarna putih dan biru, karena keduanya merupakan warna yang dapat mengganggu jam tubuh.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility itu menyebutkan, hormon melatonin dapat melindungi sel telur wanita dari radikal bebas, yaitu molekul korosif yang diproduksi oleh tubuh.

Namun, lanjut dia, siklus pencahayaan tidur Anda harus teratur dari hari ke hari. Jika tidak, jam biologis seorang wanita akan terganggu.

Selain bagi mereka yang ingin memiliki momongan, tidur selama delapan jam dengan memadamkan lampu juga bermanfaat untuk wanita hamil, terutama saat kehamilan memasuki trimester akhir.

Hal tersebut terjadi karena paparan cahaya dapat menyebabkan otak bayi tidak mendapatkan hormon melatonin yang cukup untuk mengatur tubuhnya. Hal ini berpotensi menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari.

"Penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan tidur yang terlalu terang pada ibu hamil meningkatkan kemungkinan masalah perilaku pada bayi saat lahir. Hal ini juga menimbulkan spekulasi terkait dengan gangguan spektrum ADHD atau autisme pada anak-anak," tambah Russel.

Penelitian terbaru lainnya telah menyarankan terjadi pil dapat merusak kesuburan seorang wanita di masa depan, setidaknya untuk sementara.

Para peneliti menemukan bahwa hormon yang kuat bisa 'usia' sistem reproduksi, mengurangi produksi telur untuk tingkat yang terlihat pada wanita yang lebih tua, beberapa bulan setelah datang dari kontrasepsi. Sementara para ilmuwan tidak berpikir fenomena ini permanen, mereka menyarankan bahwa 'jam biologis' wanita harus diukur tiga bulan setelah menyelesaikan minum pil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon