Berbohong, Hakim Ancam Hidung Nazar Bakal Seperti Pinokio
Senin, 25 Agustus 2014 | 16:39 WIBJakarta - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Haswandi memperingatkan saksi Muhammad Nazaruddin untuk tidak berbohong dalam sidang.
Bahkan, Haswandi mengancam hidung Nazaruddin akan bertambah panjang jika berbohong seperti tokoh kartun Pinokio yang hidungnya terus panjang jika berbohong.
Semua berawal dari pengakuan Nazaruddin bahwa tidak pernah melakukan pertemuan di Lembaga Pemasayarakatan (LP) di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan LP Cipinang, Jakarta Timur, dengan anak buahnya di Permai Group.
Padahal, kesaksian mantan anak buahnya, Clara Mauren dan Yulianis mengatakan Nazaruddin kerap melakukan pertemuan dan rapat di LP.
Atas dasar itulah, Haswandi menanyakan kesaksian siapa yang benar.
"Clara Mauren cerita sering terjadi pertemuan di Mako Brimob? Di Cipinang juga pernah?," tanya Haswandi.
Kemudian, dijawab Nazaruddin tidak pernah ada pertemuan itu. Bahkan, ia mengaku sempat dipermasalahkan di LP Sukamiskin, Bandung karena pengakuan Clara Mauren tersebut.
"Kalau tidak benar hidung sodara tambah panjang kaya Pinokio," tegas Haswandi.
Nazaruddin yang tidak takut, malah menegaskan bahwa kesaksiannya lah yang benar karena sudah tujuh kali bersaksi dan di buatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)nya.
"Tolong yang mulia hargai saya, saya hargai yang mulia," ujar Nazaruddin.
Haswandi tidak menyerah dan terus mencecar Nazaruddin untuk memberikan keterangan yang benar sebab sudah disumpah.
Nazaruddin yang tetap pada kesaksiannya berusaha meyakinkan bahwa tidak pernah diarahkan kesaksiannya dan menyatakan bahwa Anas harus dihukum atas perbuatan jahatnya.
"Keluarga saya sudah banyak dapat ancaman. Kalau saya karena ingin perbaiki. Tetapi, mas Anas harus dihukum sesuai perbuatannya. Jadi, saya harapkan yang mulia posisinya di tengah yang benar," ujar Nazaruddin.
Mendengar perkataan Nazaruddin, Haswandi kembali memastikan bahwa kesaksian yang keluar dari mulut mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat itu adalah benar.
"Kalau terdakwa terbukti akan kami hukum. Mau ketua partai nggak penting bagi kami. Tapi kalau seandainya ada ketidakbenaran kami akan adil, kami tidak akan zholimi. Apakah yang sodara sampaikan fakta atau karangan sodara?," tegas Haswandi.
Kemudian, Nazaruddin kembali meyakinkan bahwa apa yang diceritakannya adalah benar berdasarkan apa yang dialaminya.
"Terimakasih, kalau semuanya untuk penegakan hukum yang benar. Kalau kami keras itu teknik hakim," tutup Haswandi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




