Rebutan Tumpeng Raksasa, Petugas-Warga Terluka

Minggu, 31 Agustus 2014 | 16:48 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Tumpeng, Makanan Tradisional Indonesia
Tumpeng, Makanan Tradisional Indonesia (Antara)

Trenggalek - Seorang petugas Satpol PP dan sejumlah warga Trenggalek terluka saat terjadi berebut tumpeng raksasa dalam prosesi kirab pusaka memperingati hari jadi ke-820 Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (31/8).

 

Petugas Satpol PP Trenggalek, Agus Wimbuh, dan seorang warga yang terluka parah di bagian kaki itu pun langsung dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk menjalani perawatan.

"Seluruh biaya pengobatan terhadap petugas maupun warga yang terluka saat terjadinya rebutan tumpeng akan ditanggung pemerintah daerah," kata Kepala Satpol PP Trenggalek, Budianto.

Budianto sempat terlihat memandu langsung prosesi evakuasi anak buahnya tersebut dari pos penjagaan pendopo kabupaten ke mobil trantib untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit.

Dengan nada terburu, ia mengatakan insiden terjadi lantaran ratusan warga berdesakan pada detik-detik awal ritual "purak" atau rebutan sehingga menyebabkan tandu yang digunakan mengarak tumpeng raksasa terdorong dan jatuh menimpa sejumlah warga.

"Petugas sudah berupaya mengamankan, tapi massa terlalu banyak dan situasinya tidak terkendali," ujarnya.

Kondisi Wimbuh yang berperawakan tinggi besar itu tidak mengalami luka luar, namun ia harus dipapah dua rekannya saat berjalan menuju kendaraan trantib yang akan membawanya ke rumah sakit.

"Dia sempat terjatuh dan tubuhnya tertimpa tandu besar pengangkut tumpeng. Mungkin kakinya bagian paha yang kena sehingga pincang," kata Siti, rekan Wimbuh di Satpol PP.

Menurut penjelasan panitia acara, tumpeng raksasa berisi gunungan nasi kuning, lauk-pauk serta aneka hasil bumi yang ditandu mengiringi prosesi kirab pusaka dalam rangka memperingati hari jadi ke-820 Kabupaten Trenggalek, diibaratkan sebagai upeti lambang kesejahteraan dan kemakmuran daerah setempat.

Setelah dikirab mengelilingi alun-alun dan dibawa hingga halaman pendopo, tumpeng raksasa itu kemudian "dipurak" (diperebutkan) oleh warga yang meyakini akan mendapat berkah dengan memakan isi tumpeng tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon