Aberdeen Segera Kuasai NISP Asset
Senin, 22 September 2014 | 10:24 WIB
Jakarta - Aberdeen Asset Management Plc, manajer investasi global asal Skotlandia, segera menuntaskan akuisisi mayoritas saham PT NISP Asset Management. Akuisisi ini bakal menjadi pintu masuk Aberdeen ke industri reksa dana Indonesia.
"Aberdeen akan menjadi pemegang mayoritas saham NISP Asset, lebih dari 50 persen. Saat ini sedang dilakukan fit and proper test dan ditargetkan selesai September ini," kata sumber Investor Daily yang mengetahui transaksi itu, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Aberdeen Asset Management Plc melalui anak usahanya di Singapura, Aberdeen Asset Management Asia Ltd, akan mengambil alih NISP Asset dari PT NISP Sekuritas. Setelah akuisisi, nama NISP Asset Management akan diubah menjadi Aberdeen.
Aberdeen merupakan manajer investasi global dengan dana kelolaan mencapai US$ 320 miliar. Aberdeen telah menginvestasikan dana sekitar US$ 2,8 miliar ke beberapa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara itu, NISP Asset kini memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) sekitar US$ 300 juta. Manajer investasi tersebut didirikan oleh NISP Sekuritas, perusahaan efek yang dikendalikan oleh keluarga Karmaka Surjaudaja. Keluarga Karmaka adalah pendiri Bank NISP.
Pada Februari 2014, Aberdeen Asset Management Asia Ltd dan NISP Sekuritas telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement/CSPA) terkait jual beli 80 persen saham NISP Asset.
Penyelesaian transaksi tersebut bergantung pada kondisi tertentu, termasuk persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Otoritas Moneter Singapura.
Managing Director Aberdeen Asset Management Asia Hugh Young pernah mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar mengingat karakteristik pertumbuhannya. "Kami sejak lama mengenal keluarga Surjaudaja dan NISP Sekuritas. Kami yakin keahlian investasi kami akan melengkapi pengetahuan distribusi dan produk lokal mereka," katanya.
Sementara itu, Presiden Komisaris PT Bank OCBC NISP Tbk Pramukti Surjaudaja mengaku mengenal Hugh Young dan Aberdeen Asset Management selama lebih dari 20 tahun. "Kami yakin mereka akan menjadi top asset management company," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sebelumnya, berdasarkan catatan Investor Daily, Mirae Asset Global Investments Co Ltd, manajer investasi terbesar kedua di Korea Selatan, sempat mengincar 70 persen saham NISP Asset Management. Mirae juga ingin memperluas bisnisnya di Asia Tenggara terutama Indonesia.
Mirae terkenal dalam mengelola reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (exchange traded fund/ETF). Perusahaan yang didirikan oleh Hyeon-Joo Park sejak 1997 itu mengelola beberapa produk ETF bernama TIGER.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




