Kampung Wisata Ugimba dan Cartensz Jadi Destinasi Unggulan Papua
Kamis, 25 September 2014 | 12:45 WIBJakarta - Menarik perhatian wisatawan mancanegara (wisman) dengan konsep wisata minat khusus masih terus dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Wisata minat khusus, seperti menyelam (diving), naik gunung (hiking), lari maraton (running), jalan kaki (tracking), dan kampung wisata, menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu bisa menjadi cara efektif untuk mencapai jumlah wisman 9,5 juta hingga akhir 2014.
Khusus untuk kampung wisata atau desa wisata, ditargetkan hingga 2014 bisa mencapai 561 desa.
Dalam desa wisata, wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) akan dijamu dengan pengalaman berharga terkait dengan budaya, kebiasaan, dan cara hidup masyarakat desa tersebut.
Sejalan dengan target kementerian akan pencanangan Desa Wisata, pada Selasa (23/9), Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua meresmikan Kampung Wisata Ugimba sebagai desa wisata. Selain Kampung Wisata Ugimba, Kabupaten Intan Jaya juga mendaftarkan Puncak Cartensz sebagai destinasi unggulan berstandar internasional.
"Lewat persemian, Kampung Wisata Ugimba diharapkan berperan dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar obyek wisata, yang menjadi bagian penting dari program pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism)," kata Mari Pangestu usai penandatanganan prasasti Kampung Wisata Ugimba bersama Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (23/9).
Dikatakan Mari Pangestu, penetapan kampung Ugimba sebagai kampung wisata akan berperan ganda. Selain sebagai pemberdayaan masyarakat juga, akan berfungsi menjaga konservasi alam sekitar Puncak Carstensz Pyramid, yang dikenal masyarakat internasional sebagai satu-satunya puncak gunung di kawasan tropis yang memiliki salju abadi.
Carstensz Pyramid merupakan satu di antara lima gunung di dunia yang selalu diimpikan oleh pendaki internasional untuk ditaklukan. Setiap tahunnya diperhitungkan sekitar 300 turis yang mendaki ke Carstensz melalui jalur Sugapa-Ugimba-Carstensz. Turis yang datang kebanyakan berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Austria, Inggris, dan Eropa. Dan satu orang turis bisa menggelontorkan devisa hingga US$ 9.000 atau sekitar Rp 100 juta.
"Kami melihat banyak peluang untuk mendapatkan devisa di Desa Ugimba dan Cartensz ini. Tetapi kami butuh dukungan dari pusat (dalam hal ini kementerian) untuk menjadikan Ugimba sebagai desa wisata. Lewat pencanangan ini kami ingin membuktikan bahwa Intan Jaya di Papua aman untuk turis wisman dan wisnus," tegas Bupati Natalis.
Untuk bisa mencapai Kampung Wisata Ugimba, alternatif akomodasi yang bisa dipilih adalah dengan jalan udara dari Jakarta-Timika-Intan Jaya. Jalur aman untuk mendaki, hingga kini masih melalui Desa Ugimba. "Di desa, semua warga akan menyambut baik para turis. Kami ingin membangun imej yang positif tentang Papua. Dan di desa kami tidak ada konflik," ungkap Natalis.
Jalur mendaki lewat Ugimba sangat strategis bagi pendaki, karena merupakan desa terakhir menjelang menaklukkan puncak. Dengan masuknya Ugimba sebagai desa wisata akan mendorong pembangunan berbagai fasilitas yang semakin menarik minat wisatawan.
Selama ini masyarakat Ugimba telah merasakan manfaatnya dari kegiatan kepariwisataan, dengan datangnya para wisatawan yang akan menikmati ekowisata maupun wisata minat khusus (special interest tourism) yakni mendaki (hiking) ke Puncak Carstensz, serta menikmati alam Taman Nasional Lorentz yang dikenal memiliki flora dan fauna yang esotik.
Dan untuk mengembangkan Desa Wisata Ugimba, pemerintah pusat memberikan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata sebesar Rp 100-180 juta. Tercatat hingga kini jumlah wisata di Papua sebanyak 44 desa wisata. Ditegaskan Mari , setiap desa wisata menerima PNPM yang serupa dengan Ugimba.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




