Kalimalang Diduga Tercemar, PT Aetra Turunkan Produksi Air Bersih

Selasa, 30 September 2014 | 18:27 WIB
FS
YD
Penulis: Fana F Suparman | Editor: YUD
Air Kali Malang masih terlihat hitam dan diduga tercemar limbah B3
Air Kali Malang masih terlihat hitam dan diduga tercemar limbah B3 (Suara Pembaruan/ 160)

Jakarta - Sejumlah warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kalimalang terutama di kawasan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, dan Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur terlihat sedang menangkapi ikan kecil dan udang-udang yang sempoyongan di tepian Kalimalang pada Selasa (30/9). Tak lebih dari satu jam, ember atau botol air mineral yang dibawa warga telah penuh dengan ikan dan udang.

"Ini udang gampang sekali ditangkapnya," kata seorang warga Duren Sawit, Didin (21) saat ditemui di tepian Kalimalang di dekat rumahnya.

Banyaknya ikan yang berenang sempoyongan diduga disebabkan habitatnya telah tercemar. Air Kalimalang yang semula berwarna kecoklatan menjadi berwarna hitam. Tak hanya itu, air Kalimalang pun terlihat mengkilat seperti mengandung minyak.

"Awalnya kecokelatan, tapi sekitar pukul 07.00 WIB tadi mulai berubah jadi hitam," kata Maleo (60), seorang warga RT 12/07, Cipinang Makassar, Jakarta Timur.

Maleo menduga, Kalimalang telah tercemar limbah pabrik berbagai produk yang banyak berdiri di sisi sepanjang Kalimalang terutama di daerah hulu seperti Bekasi, Jawa Barat. Dikhawatirkan, kondisi air Kalimalang ini dapat berdampak pada kesehatan warga sekitar. Apalagi, Kalimalang merupakan sumber air baku untuk air bersih warga Jakarta.

"Sepertinya lagi ada limbah industri yang dibuang ke kali, sehingga air Kalimalang ini berubah hitam pekat dan sedikit berbau," katanya.

Perubahan warna air di Kalimalang membuat PT Aetra sebagai operator air bersih menurunkan jumlah produksinya. Direktur Operasional PT Aetra, Lintong Hutasoit mengatakan, pihaknya hanya memproduksi sebanyak 4.900 liter air bersih per detik pada Selasa (30/9) dari sebelumnya sebanyak 5.500 liter per detik.

"Kami menemukan pasokan air baku di bawah mutu standar. Untuk itu produksi air bersih pada hari ini dikurangi sebesar 11 persen," kata Lintong saat ditemui di kantornya.

Lintong mengatakan, penurunan produksi ini disebabkan meningkatnya jumlah kandungan di dalam air Kalimalang. Dicontohkan, pada pukul 06.00 WIB, berdasar pemeriksaan di laboratorium, air Kalimalang mengandung mangan dengan kadar 0,519 ppm, amonia 1,05 ppm, prganik 10,12 ppm dan turbidity 46 Ntu. Namun pada pukul 08.00 WIB, kandungan mangan air Kalimalang meningkat menjadi, 0,353 ppm, sementara untuk amonia menjadi 1,19 ppm, organik 14, 75 dan turbidity 241 Ntu.

"Pada pukul 10.00 WIB terjadi peningkatan lagi, yakni untuk amonia 2,94 ppm, organic matter 80,64 ppm, mangan 1,056 ppm dan Turbidity 222 Ntu," jelasnya.

Meski menurunkan jumlah produksi, Lintong memastikan pasokan air bersih untuk 400.000 warga Jakarta yang menjadi pelanggan PT Aetra tidak akan terganggu. Menurut Lintong, PT Aetra masih memiliki cadangan air bersih yang disimpan dalam bak penampungan.

"Kami masih bisa melayani dengan baik. Jumlah cadangan air bersih di penampungan masih mencukupi," katanya.

Kepala Humas Perum Jasa Tirta II, Rina Rismayanti, mengatakan, berdasar investigasi di lapangan yang dilakukan pihaknya, pekatnya air Kalimalang diduga disebabkan limbah yang berasal dari Bogor. Limbah tersebut terbawa melalui Kali Bekasi dan masuk ke Kalimalang. Selain limbah, Rismayanti menyebutkan, lumpur dan sedimentasi turut terbawa arus Kalimalang saat kawasan Bogor diguyur hujan pada Senin (28/9).

"Memang ada beberapa limbah yang diduga berasal dari sejumlah industri di Bogor. Kemudian terbawa arus Kali Bekasi dan masuk ke Kalimalang. Kami sudah mengambil sampel air di enam titik di Kalimalang, untuk diperiksa di laboratorium," kata Rina.

Dikatakan, sampel air yang diambil dari Kalimalang diperiksa di laboratorium dan hasilnya akan diketahui dalam tempo dua minggu. Untuk itu Rina belum mengetahui secara pasti jenis limbah yang terkandung dalam air Kalimalang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon