Polisi Tak Tepati Janji Amankan Jurnalis Rote Ndao
Rabu, 14 Desember 2011 | 16:40 WIB
Kinerja jajaran kepolisian di Polres Rote Ndao dinilai mengecewakan terkait penanganan terhadap kasus pelemparan bom di rumah milik Dance Henukh, wartawan Rote Ndao News.
Hal tersebut diungkapkan jurnalis Rote Ndao Post, Endang, hari ini, kepada Beritasatu.com, saat dihubungi melalui telepon ke Rote Ndao, NTT.
"Hingga sejauh ini, tidak ada langkah pengamanan yang dilakukan aparat terhadap korban. Alhasil, mereka terpaksa kami amankan sendiri dengan mengungsikannya ke sebuah tempat di daerah Ba'a," kata Endang.
Sedangkan keluarga besar Dance, menurut Endang, juga terpaksa diungsikan rumah kerabatnya di Kupang, NTT.
"Semuanya dilakukan sendiri tanpa ada upaya dari pihak kepolisian. Kami agak kecewa, Bahkan tadi, setelah kami ke kantor polisi, Kapolres yang semula berjanji akan mengerahkan anak buahnya untuk mengantar kami, tidak merealisasikan janjinya. Kami pulang sendiri ke rumah masing-masing," kata Endang.
Endang memaparkan, dia bersama korban dan jurnalis lainnya, yakni Isak Doris, datang ke Polres untuk melaporkan ancaman yang kerap dilontarkan pihak aparat di desa tersebut, pada hari ini.
"Jadi kami tadi bersama Dance datang ke Polres bukan dipanggil sebagai saksi kasus pembakaran rumah tersebut, Tapi, kami membuat laporan atas ancaman yang kerap kami peroleh belakangan ini," tuturnya.
Respons serupa juga ditunjukkan kepolisian setempat saat Dance memperoleh ancaman, pada Sabtu (10/12) petang, dari Jonas dan Paulus Nale, tetangganya, terkait aktivitas peliputan yang dilakukannya.
Ketika ancaman itu diterimanya, menurut Dance, pihaknya langsung menghubungi aparat.
Tapi, sambung dia, aparat akhirnya meninggalkan rumahnya tanpa memproses lebih lanjut dengan alasan ancaman yang disampaikan tetangganya tidak dilakukan dengan menggunakan senjata tajam, tapi hanya lewat omongan.
"Kasat Reskrim IPTU Faisal Fasyet yang datang ketika itu mengatakan ancaman serupa itu tidak bisa berujung pada penangkapan pelakunya karena hanya omongan. Kemudian polisi pulang dan rumah kami dilempari bom. Bayi kami yang sedang sakit akhirnya meninggal," kata Dance.
Rote Ndao News adalah tabloid mingguan yang diterbitkan dari Pulau Rote. Jarak tempuh Kupang-Rote, dengan menggunakan kapal laut sekitar empat jam.
Hal tersebut diungkapkan jurnalis Rote Ndao Post, Endang, hari ini, kepada Beritasatu.com, saat dihubungi melalui telepon ke Rote Ndao, NTT.
"Hingga sejauh ini, tidak ada langkah pengamanan yang dilakukan aparat terhadap korban. Alhasil, mereka terpaksa kami amankan sendiri dengan mengungsikannya ke sebuah tempat di daerah Ba'a," kata Endang.
Sedangkan keluarga besar Dance, menurut Endang, juga terpaksa diungsikan rumah kerabatnya di Kupang, NTT.
"Semuanya dilakukan sendiri tanpa ada upaya dari pihak kepolisian. Kami agak kecewa, Bahkan tadi, setelah kami ke kantor polisi, Kapolres yang semula berjanji akan mengerahkan anak buahnya untuk mengantar kami, tidak merealisasikan janjinya. Kami pulang sendiri ke rumah masing-masing," kata Endang.
Endang memaparkan, dia bersama korban dan jurnalis lainnya, yakni Isak Doris, datang ke Polres untuk melaporkan ancaman yang kerap dilontarkan pihak aparat di desa tersebut, pada hari ini.
"Jadi kami tadi bersama Dance datang ke Polres bukan dipanggil sebagai saksi kasus pembakaran rumah tersebut, Tapi, kami membuat laporan atas ancaman yang kerap kami peroleh belakangan ini," tuturnya.
Respons serupa juga ditunjukkan kepolisian setempat saat Dance memperoleh ancaman, pada Sabtu (10/12) petang, dari Jonas dan Paulus Nale, tetangganya, terkait aktivitas peliputan yang dilakukannya.
Ketika ancaman itu diterimanya, menurut Dance, pihaknya langsung menghubungi aparat.
Tapi, sambung dia, aparat akhirnya meninggalkan rumahnya tanpa memproses lebih lanjut dengan alasan ancaman yang disampaikan tetangganya tidak dilakukan dengan menggunakan senjata tajam, tapi hanya lewat omongan.
"Kasat Reskrim IPTU Faisal Fasyet yang datang ketika itu mengatakan ancaman serupa itu tidak bisa berujung pada penangkapan pelakunya karena hanya omongan. Kemudian polisi pulang dan rumah kami dilempari bom. Bayi kami yang sedang sakit akhirnya meninggal," kata Dance.
Rote Ndao News adalah tabloid mingguan yang diterbitkan dari Pulau Rote. Jarak tempuh Kupang-Rote, dengan menggunakan kapal laut sekitar empat jam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




