IBM: Data Adalah Sumber Daya Alam Baru

Selasa, 14 Oktober 2014 | 21:36 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Robert Morris, Vice President Global Labs dari IBM Research.
Robert Morris, Vice President Global Labs dari IBM Research. (Beritasatu.com/ Yudo Dahono)

Singapura - Mungkin Anda bakal mengernyitkan kening saat mengetahui bahwa data adalah sumber daya alam baru. Mengapa? Karena produksi data saat ini mencapai 2,5 quintillion bytes atau 2,5 miliar Gb data setiap harinya. Bahkan 90 persen dari data di dunia saat ini diciptakan dalam dua tahun terakhir.

Data yang terhimpun begitu banyaknya setiap hari datang dari semua penjuru. Data itu bisa datang dari sensor yang mengumpulkan informasi iklim, posting di media sosial, foto-foto digital, video, sinyal GPS telepon dan lain sebagainya. Kumpulan data-data yang begitu banyak jumlahnya tersebut yang disebut Big Data.

Dari Big Data tersebut banyak organisasi bisa menggali dan menganalisa data apapun tak tergantung terhadap jenis, seberapa banyak atau seberapa cepat data tersebut bergerak. Dari analisa terhadap Big Data itu bisa organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih akurat di berbagai bidang.

"Data adalah sumber daya alam yang baru. Dimana melalui sumber daya alamm yang baru ini kita memiliki peluang bernilai tinggi melalui pengolahan data," kata Robert Morris, Vice President Global Labs, IBM Research dalam acara IBM Xcite, Selasa (14/10).

Bagaimana Big Data bisa menjadi sumber daya alam baru? Hal tersebut memungkinkan karena dari data yang dirangkum IBM 1 dari 3 pebisnis mengambil keputusan penting tanpa memiliki informasi yang mereka butuhkan. Selain itu 53% pemimpin bisnis tidak memiliki akses dari organisasi mereka sendiri yang justru mereka butuhkan untuk mengambil keputusan.

Berdasarkan riset yang dilakukan IBM, organisasi yang memanfaatkan analisa terhadap Big Data memiliki keunggulan hingga 2,2 kali lipat dibanding rival mereka. Big Data menjadi sumber daya alam baru juga karena pemanfaatan analisa dari Big Data tersebut mampu memberikan peningkatan pendapatan 1,6x lipat, pertumbuhan keuntungan 2,0x lipat serta penghargaan nilai saham hingga 2,5x lipat dibanding pesaing mereka.

Mengapa IBM tertarik mengeksplorasi Big Data, karena dalam sumber daya alam tersebut mewakili era baru mengenai eksplorasi data serta utilisasinya. IBM secara unik memposisikan diri untuk membantu bidang usaha mengembangkan serta mengeksekusi strategi Big Data yang pada akhirnya meningkatkan dan melengkapi sistem dan proses yang telah ada sebelumnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon