GE Dukung Platform Predix Industrial Internet
Kamis, 16 Oktober 2014 | 08:51 WIBJakarta - GE (General Electric), penyedia solusi di bidang energi, kesehatan, dan hunian, transportasi serta keuangan, menyatakan kesiapannya untuk memberikan tambahan pendapatan senilai lebih dari US$ 1 miliar pada tahun ini (2014) melalui 40 penawaran industrial internet, dengan pemesanan senilai US$ 1,3 miliar.
Tujuannya, untuk membantu pelanggan dalam peningkatan kerja dan pengelolaan kinerja aset (Asset Performance Management /APM) di seluruh perusahaan.
Chairman & CEO GE, Jeff Immelt mengatakan, untuk mendukung platform industrial internet, maka perusahaan akan menyediakan software yang disebut predix. Software ini memungkinkan perusahaan menciptakan dan menyebarkan aplikasi mereka sesuai dengan kecepatan dan skala masing-masing untuk dapat mengelola kinerja aset yang lebih baik.
"Semakin kita dapat terhubung, memonitor dan mengelola mesin di dunia, semakin banyak wawasan dan pandangan yang dapat kami berikan kepada para pelanggan kami untuk mengurangi downtime yang tidak direncanakan dan meningkatkan prediktabilitas. Dengan membuka Predix ke dunia, perusahaan dari berbagai skala dan di setiap industri, bisa mendapatkan keuntungan dari investasi yang telah dibuat GE, dengan menghilangkan penghalang untuk masuk." kata Jeff melalui siaran pers, akhir pekan lalu.
Menurut Jeff, solusi APM terbaru milik GE ini berfokus pada optimasi daya, menyediakan akses kepada pelanggan selama 24 jam diagnosa platform jarak jauh, pemeliharaan wawasan terprediksi, dan penambahan daya secara bertahap apabila diperlukan. Selain itu, solusi ini juga mampu mengurangi biaya life cycle, meningkatkan waktu dan keuntungan. Saat ini GE memantau dan menganalisa 50 miliyar elemen data dari 10 milyar sensor pada aset senilai US$ 1 triliun yang dikelola setiap hari untuk memindahkan pelanggan menuju downtime yang tidak direncanakan.
"Didukung oleh Predix, memungkinkan pelanggan untuk menempatkan aliran data untuk bekerja secara proaktif dalam membuat keputusan yang tepat, pada waktu yang tepat guna menjaga keamanan aset, membantu mereka menjalankan perusahaannya lebih baik, mengkonsumsi lebih sedikit bahan bakar, menerima layanan yang lebih efisien dan meminimalkan downtime yang tidak direncanakan," ujar Jeff.
Sedangkan, Kristian Steenstrup dari Gartner mengatakan, peningkatan penggunaan solusi dan layanan APM akan membantu pemilik aset dan operator mengurangi biaya pemeliharaan dan resiko operasional sambil meningkatkan kehandalan. Tujuan utama untuk setiap organisasi adalah aset yang dapat diprediksi.
"Untuk organisasi yang belum matang, hal ini mungkin tampak sulit. Namun, upaya menggapai kesana sepadan, mengingat banyak manfaat yang diperoleh dari semakin dekatnya dengan tujuan tersebut. APM akan menjadi pusat dari upaya untuk sampai ke sana," kata Kristian.
Lebih lanjut, Jeff menuturkan, GE akan memanfaatkan layanannya yang bermargin tinggi ini dengan jaminan simpanan senilai lebih dari US$ 180 milyar untuk mengembangkan teknologi APM terbaru, dengan peningkatan dolar 3-5% persen setiap tahunnya.
"Industrial Internet adalah solusi yang saling menguntungkan bagi GE dan para pelanggan kami. Penawaran kami akan meningkatkan margin untuk layanan GE dan meningkatkan pertumbuhan industri organik, dengan potensi untuk mendorong penghematan biaya tahunan senilai US$ 20 milyar pada industri kami," ungkap Jeff.
Sebagai contoh, AirAsia menunjukkan kesiapan waktu dalam menghemat biaya bahan bakar senilai US$ 10 juta pada tahun 2014 dengan menggunakan Layanan Efisiensi Penerbangan. Solusi ini memungkinkan maskapai penerbangan untuk mengoptimalkan pengelolaan lalu lintas urutan pesawat, desain jalur penerbangan, dan lainnya dengan menunjukkan pola dan mengubah data menjadi gambaran yang dapat ditindaklanjuti. Penghematan bahan bakar AirAsia sendiri diperkirakan akan tumbuh sebesar US$ 30 juta pada tahun 2017.
"Jika Anda menghasilkan penghematan kecil di setiap penerbangan, maka hal ini akan berubah menjadi penghematan besar pada akhir tahun. Bahkan tabungan satu persen dapat menjadi jutaan dolar. " ujar Jonathan Sanjay, Regional Fuel Efficiency Manager Air Asia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




