30 Ikon Kuliner Tradisional Hadir di Mall of Indonesia

Jumat, 17 Oktober 2014 | 19:51 WIB
KT
B
Penulis: Kharina Triananda | Editor: B1
Suasana Festival 30 IKTI di MoI, Jakarta Utara, Jumat (17/10)
Suasana Festival 30 IKTI di MoI, Jakarta Utara, Jumat (17/10) (Beritasatu.com/Kharina Triananda)

Jakarta - Setelah menentukan 30 kuliner yang dianggap pantas menjadi Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI) pada Desember 2012, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) pertama kalinya menyosialisasikan ke tengah-tengah masyarakat. Ke-30 IKTI yang biasa ditemui di menu hotel-hotel hingga pada sajian acara kenegaraan, kali ini dihadirkan di Mall of Indonesia (MoI), Jakarta Utara.

"Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkenalkan 30 IKTI, serta mengedukasi masyarakat mengenai standardisasi resep dan proses memasak dari ke-30 menu," pungkas Achyaruddin, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Event Kemparekraf, pada acara pembukaan Festival 30 IKTI di MoI, Jakarta, Jumat (17/10).

Dalam acara yang digelar mulai hari ini hingga 19 Oktober, akan ada 30 stan makanan yang termasuk 30 IKTI. Selain itu, digelar juga seminar mengenai situs terbaru kuliner Indonesia, demo memasak oleh Masterchef Junior Indonesia, dan lomba memasak menu 30 IKTI.

"Kami terdorong memperkenalkan kepada bangsa sendiri dan masyarakat dunia mengenai 30 IKTI ini. Karena makanan yang digemari masyarakat dunia itu, salah tiganya adalah makanan tradisional Indonesia seperti yang dilansir oleh CNN Go pada 2011. Makanan itu adalah rendang, sate, dan nasi goreng," terang Achyaruddin.

Ia juga menambahkan, diharapkan festival ini bisa menjadi acara tahunan dan diikuti oleh perwakilan masing-masing provinsi yang ada di Indonesia.

Kemudian, Achyaruddin juga menekankan agar masyarakat tidak terlalu meninggikan ego kedaerahan. Karena menurutnya, banyak yang protes karena kuliner tradisional daerahnya tidak masuk ke dalam 30 IKTI.

"Kami menyeleksi lebih dari 6000 makanan tradisional Indonesia menjadi 30 saja. Terpilihnya ke-30 menu tersebut juga melalui pertimbangan dan penilaian matang yang dilakukan para ahli kuliner. Akhirnya terpilih 30 yang dinilai populer di masyarakat lokal dan internasional, mudah diperoleh bumbu-bumbunya dan juga memiliki filosofi dan sejarah," tandasnya.

Adapun ke 30 IKTI tersebut adalah: Asinan Jakarta, Tahu Telur Surabaya, Nasi Kuning Yogyakarta, Nasi Goreng Kampung Jawa, Soto Ayam Lamongan, Rawon Surabaya, Gado-Gado Jakarta, Urap Sayur Yogyakarta, Nasi Liwet Solo, Ayam Panggang Bumbu Rujak Yogyakarta, Urak Arik Buncis Solo, Sate Ayam Madura, Sate Maranggi Purwakarta, Sate Lilit Bali, Pindang Patin Palembang, Rendang Padang, Ayam Goreng Lengkuas Bandung, Asam Padeh Tongkol Padang, Lumpia Semarang, Sayur Kapau Padang, Laksa Bogor, Es Dawet Ayu Banjarnegara, Bir Pletok Jakarta, Kunyit Asam Solo, Kolak Pisang-Ubi Bandung, Ketan Srikaya Minangkabau, Klappertaart Manado, Nagasari Yogyakarta, Kue Lumpur Jakarta, dan Serabi Bandung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon