Kurangi Peredaran Narkoba, 3 Pilar Kota Jakarta Utara Lakukan Penyuluhan

Rabu, 22 Oktober 2014 | 14:21 WIB
CF
B
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: B1
Suasana Penyuluhan Bahaya Narkoba yang digagas Kodim 0502, Polres Metro Jakarta Utara, dan Walikota Jakarta Utara di Balai Yos Sudarso, Rabu (22/10).
Suasana Penyuluhan Bahaya Narkoba yang digagas Kodim 0502, Polres Metro Jakarta Utara, dan Walikota Jakarta Utara di Balai Yos Sudarso, Rabu (22/10). (Suara Pembaruan/Carlos)

Jakarta - Peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan tiap tahunnya membuat unsur tiga pilar Jakarta Utara yang terdiri dari Kodim 05/02 TNI, Polres Metro Jakarta Utara, dan Pemerintah Kota Jakarta Utara mengadakan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba pada Rabu (22/10) di Balai Yos Sudarso, kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Acara tersebut dihadiri oleh 600 peserta yang terdiri dari anggota TNI, Polisi, pelajar Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, pelajar SMP dan SMA se-Jakarta Utara, serta berbagai organisasi masyarakat yang ada di wilayah Jakarta Utara. Dandim 05/02 Letkol Kavaleri TNI Joko Setiawan Sejati mengatakan acara tersebut merupakan program rutin dari Kodam Jaya yang memasuki ke-93 kalinya.

"Secara umum dalam memberantas narkoba kami melakukan kegiatan yang terdiri dari program fisik dan non fisik. Untuk fisik kami melakukan tindakan langsung di lapangan, sedangkan untuk tidak langsung berupa penyuluhan seperti acara pada hari ini," ujar Joko, Rabu (22/10) siang.

Joko mengungkapkan, TNI selain memiliki tugas untuk melindungi kedaulatan negara juga memiliki kewajiban moral untuk menjaga kualitas generasi muda yang akan menjadi penerus masa depan bangsa. "Generasi muda Indonesia yang bebas dari narkoba akan menjadi sumber daya manusia penerus yang akan membangun negara ini dan disegani oleh negara lain," lanjut Joko.

Menurut Joko, pencegahan dan penanggulangan narkoba rutin dilakukan oleh TNI melalui program langsung dengan berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat. "Contohnya, daerah di wilayah kampung Rawa Malang, Kecamatan Cilincing yang merupakan daerah rawan peredaran narkoba, kami rutin melakukan kegiatan bhakti sosial dan pendekatan dengan para tokoh masyarakat sehingga peredaran narkoba bisa ditekan," tandas Joko.

Sementara itu Kepala Bagian Operasi (Kabagop) Polres Metro Jakarta Utara AKBP Allan Satya mengatakan bahwa institusinya rutin melakukan operasi dan pengungkapan kasus peredaran narkoba yang ada di wilayah hukum Jakarta Utara. "Pemberantasan peredaran narkoba menjadi sangat penting agar kehidupan bermasyarakat terjalin dengan kondusif dan tentram," ujar Allan.

Menurut Allan, penggunaan narkoba di Jakarta Utara mengalami penurunan angkanya dibandingkan tahun lalu dari segi kuantitasnya, namun dari segi kualitas menunjukkan peningkatan. "Penyuluhan-penyuluhan yang dilakukan di kalangan pelajar cukup membantu secara signifikan turunnya angka kasus narkoba," tambah Allan.

Allan mengungkapkan bahwa Polres Metro Jakarta Utara setiap malamnya rutin melakukan operasi cipta kondisi yang dibantu oleh anggota babinsa dari Kodim. "Dalam kurun waktu enam bulan ada 300 pelaku tindak pidana narkoba baik yang membawa ataupun menggunakan narkoba di perumahan maupun klub hiburan malam, sehingga bandar narkobanya bisa kami ungkap," tambah Allan.

Menurut Allan penggunaan narkoba tidak hanya digunakan oleh masyarakat kelas atas saja. "Peredaran sudah masuk sampai ke masyarakat kelas bawah, oleh sebab itu masyarakat harus membentengi diri mereka dari peredaran narkoba," tandas Allan.

Sedangkan Direktur Advokasi BNN Brigjen Pol Dr. Victor Pudjiadi yang menjadi penyuluh bahaya narkoba dalam acara tersebut, melakukan presentasi bahaya narkoba dengan konsep menghibur diselingi humor, kuis, musik, sulap, dan interaktif melibatkan peserta, sehingga para peserta bisa mengerti materi yang diberikan dengan baik dan rileks.

Dea Ananda Lestari (15) siswi dari SMPN 22 yang mengikuti penyuluhan tersebut mengaku mendapat banyak informasi yang sangat berguna untuk tidak menggunakan narkoba. "Penyuluhannya yang saya ikuti kali ini lebih seru dibandingkan penyuluhan biasanya, soalnya ada kuis dan lawaknya juga, jadi lebih mudah dimengerti," ujar Dea.

Senada dengan Dea, Bilqis Sofyan (17) siswa dari SMKN 12 mengungkapkan acara penyuluhan tersebut sangat penting untuk kalangan pelajar seperti dirinya. "Soalnya pergaulan jaman sekarang lebih rentan, kalau gak pakai dikatain cemen, tapi dengan penyuluhan ini saya makin mantap untuk mengatakan tidak pada narkoba," tutup Bilqis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon