BNPB : Erupsi Sinabung Belum Dipastikan Kapan Berakhir
Senin, 27 Oktober 2014 | 00:20 WIB
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih belum bisa menentukan batas waktu aktivias erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali normal. Namun demikian, BNPB menjamin ketersediaan logistik sepekan ke depan.
Hal tersebut dikatakan, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugrho dalam rilisnya yang diterima BeritaSatu.com, Minggu (26/10).
Sutopo menjelaskan, berdasarkan pengamatan Badan Geologi belum bisa dipastikan batas waktu penurunan erupsi Gunung Sinabung.
"Semua parameter kegunungapian masih menunjukkan aktivitas yang tinggi. Artinya erupsi dan luncuran masih berpotensi terjadi. Pola luncuran awan sudah diketahui sesuai bukaan kawah yaitu ke tenggara-selatan hingga radius 5 kilometer," jelasnya.
Hingga Minggu (26/10), kata Sutopo, aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi. Telah terjadi guguran 98 kali dan 2 kali awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur terjauh 3.500 meter ke arah selatan. Tinggi kolom abu awan panas 2.000 meter. Teramati guguran lava dari dekat puncak (sisi barat) sejauh 700 hingga 1.000 meter atau masih dalam status tetap Siaga (level 3).
Untuk itulah status tanggap darurat hanya diberlakukan bagi daerah-daerah yang warganya harus mengungsi saja atau dalam radius 3 kilometer. "Tidak seluruh Kabupaten Karo darurat. Yang lainnya sudah dapat melakukan aktivitas normal. Pemerintah akan memberikan bantuan kepada pengungsi sesuai rekomendasi PVMBG," jelas Sutopo.
Penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung mencapai 3.284 jiwa dari 1.018 Keluarga ditempatkan di 12 titik pengungsian yang sebelumnyya 16 titik. Menurut Sutopo pengurangan titik pengungsian dilakukan untuk memudahkan penanganan.
BNPB juga berharap agar Pemda Karo dan Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran untuk menangani Sinabung. Tidak seluruhnya mengandalkan bantuan dari pusat.
Sutopo juga menambahjan, hingga kini persediaan logistik masih mencukupi hingga sepekan ke depan, Kesehatan terlayani, Pendidikan lancar, sarana dan prasarana juga baik.
Selanjutnyya BNPB telah menyerahkan Rp 10,3 milyar kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo untuk sewa lahan, sewa rumah dan jaminan hidup bagi pengungsi di Desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, Kutatonggal, Gamber, Berastepu dan Gurukinayan.
"Berdasarkan laporan BPBD Karo, total dana yang sudah digunakan Rp 10,24 milyar untuk 2.161 keluarga atau 6.628 jiwa. BNPB juga berharap agar Pemda Karo dan Pemprov Sumut dapat mengalokasikan anggaran untuk menangani Sinabung. Tidak seluruhnya mengandalkan bantuan dari pusat," tambah Sutopo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




