Saurip Kadi: Jangan Putarbalikkan Fakta di Mesuji
Senin, 19 Desember 2011 | 23:57 WIB
Membantah videonya adalah rekayasa pribadi, Saurip Kadi siap kemukakan bentuk bukti lainnya soal Mesuji.
Ketua Tim Advokasi Warga Mesuji, Saurip Kadi, meminta agar pemerintah segera mengusut tuntas kasus Mesuji, Lampung, dan meyakini adanya pembantaian terhadap warga setempat.
Menanggapi soal video penganiayaan yang menurut beberapa pihak adalah hoax, sebab diambil di Thailand, Saurip mengatakan bahwa pada saatnya dia akan ungkap semua (masalah) di balik berita soal video palsu itu.
"Saya juga tahu ada yang permasalahkan video yang dicampur-aduk. Silakan, boleh-boleh saja. Pada saatnya nanti, saya juga akan buka saja. Ini lho yang bikin (video dicampur). Ini lho kejadiannya di sini," kata Saurip, dalam konferensi pers di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Senin (19/12).
Menurut Saurip, adalah keterlaluan apabila pembantaian tersebut dituding rekayasa. Apalagi jika ada yang menuduh bahwa persoalan pembataian dimunculkan demi keuntungan pribadinya semata.
Jika ingin betul-betul yakin, menurut Saurip lagi, harusnya yang ditanya adalah rakyat Lampung sendiri. Ia memastikan, mereka semua akan mengamini bahwa betul telah terjadi pembantaian di tanah kelahirannya lantaran memprotes penggusuran. "Pada saatnya nanti, saya akan tampilkan testimoni terbuka oleh keluarga korban. Tunggu tanggal mainnya," sambungnya.
Saurip menegaskan, apabila memang terjadi pembataian di Lampung, seharusnya diakui saja (oleh pemerintah). "Kalau sudah ketahuan, mestinya mengaku. Salah, ya salah," katanya.
Saurip pun mengumpamakan, bahwa ketika pemerintah luka bernanah, kenapa justru jadinya ribut seolah-olah dirinyalah yang memberikan luka bernanah itu.
"Jangan dibalik-balik," tegas Saurip. "Sekarang adalah perang informasi. Wajar, jangan kaget. Ini untuk kita terbiasa menjadi dewasa dalam menanggapi pemberitaan. Yang penting, kebenaran niscaya akan mampu membuktikan dirinya," tukasnya.
Ketua Tim Advokasi Warga Mesuji, Saurip Kadi, meminta agar pemerintah segera mengusut tuntas kasus Mesuji, Lampung, dan meyakini adanya pembantaian terhadap warga setempat.
Menanggapi soal video penganiayaan yang menurut beberapa pihak adalah hoax, sebab diambil di Thailand, Saurip mengatakan bahwa pada saatnya dia akan ungkap semua (masalah) di balik berita soal video palsu itu.
"Saya juga tahu ada yang permasalahkan video yang dicampur-aduk. Silakan, boleh-boleh saja. Pada saatnya nanti, saya juga akan buka saja. Ini lho yang bikin (video dicampur). Ini lho kejadiannya di sini," kata Saurip, dalam konferensi pers di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Senin (19/12).
Menurut Saurip, adalah keterlaluan apabila pembantaian tersebut dituding rekayasa. Apalagi jika ada yang menuduh bahwa persoalan pembataian dimunculkan demi keuntungan pribadinya semata.
Jika ingin betul-betul yakin, menurut Saurip lagi, harusnya yang ditanya adalah rakyat Lampung sendiri. Ia memastikan, mereka semua akan mengamini bahwa betul telah terjadi pembantaian di tanah kelahirannya lantaran memprotes penggusuran. "Pada saatnya nanti, saya akan tampilkan testimoni terbuka oleh keluarga korban. Tunggu tanggal mainnya," sambungnya.
Saurip menegaskan, apabila memang terjadi pembataian di Lampung, seharusnya diakui saja (oleh pemerintah). "Kalau sudah ketahuan, mestinya mengaku. Salah, ya salah," katanya.
Saurip pun mengumpamakan, bahwa ketika pemerintah luka bernanah, kenapa justru jadinya ribut seolah-olah dirinyalah yang memberikan luka bernanah itu.
"Jangan dibalik-balik," tegas Saurip. "Sekarang adalah perang informasi. Wajar, jangan kaget. Ini untuk kita terbiasa menjadi dewasa dalam menanggapi pemberitaan. Yang penting, kebenaran niscaya akan mampu membuktikan dirinya," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




