Kapolri Tegaskan Eks-Kapolda Lampung Tak Masuk TGPF

Selasa, 20 Desember 2011 | 23:41 WIB
AP
B
Penulis: Arientha Primanita/SIT | Editor: B1
Kapolri Timur Pradopo.
Kapolri Timur Pradopo. (Antara)
Menurut Timur Pradopo, Polri di tim itu diwakili oleh Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Budaya.

Kepala kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Timur Pradopo mengatakan, Irjen (Pol) Sulistyo Ishak tak pernah mundur dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji, karena memang tidak tergabung di dalam tim.

Kepada wartawan di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (20/12), Timur mengatakan bahwa dari awal, Sulistyo yang merupakan mantan Kapolda Lampung itu, memang tidak tergabung di TGPF. Sepeti diketahui, TGPF sendiri dibentuk untuk mencari fakta mengenai dugaan pembantaian yang dilakukan di Mesuji, Lampung, serta Mesuji di Sumatera Selatan.

"Pak Sulistyo Ishak pernah bertugas di sana (Lampung), dan dimintai bantuan dalam arti informasinya. Supaya netral, jangan yang pernah menjadi Kapolda di sana (di TGPF)," ujar Timur Pradopo.

Timur mengatakan, di dalam tim itu, Polri sendiri diwakili oleh Irjen Bambang Suparsono. Bambang merupakan perwira tinggi (Pati) Polri yang menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya (Sahli Bid Sosbud).

Hari ini, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana mengatakan, Sulistyo Ishak mundur dari TGPF, untuk menjaga kenetralan dalam mencari informasi mengenai Mesuji. TGPF sendiri dibentuk atas instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk menelisik fakta atas dugaan kekerasan dan pembantaian terhadap warga di perkebunan kelapa sawit.

Tim ini berisikan delapan orang, yang diketuai oleh Denny. Anggotanya antara lain adalah Deputi V Bidang Koordinasi Keamanan Nasional Kemenko Polhukam Endro Agung, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Mas Achmad Santosa, penggiat resolusi konflik Ichsan Malik, Direktur Elsam Indri Saptaningrum, dosen hukum Universitas Lampung Tisnanta, serta staf ahli Menteri Kehutanan Agus Mulyono.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon