Banjir Surut, Jalan Jatinegara Barat Masih Ditutup
Jumat, 21 November 2014 | 14:46 WIBJakarta - Banjir yang melanda permukiman padat Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinagara, Jakarta Timur, telah surut sejak Kamis (20/11) malam. Meski demikian, jalur lambat di Jalan Jatinegara Barat yang sempat tergenang hingga 50 sentimeter hingga Jumat (21/11) masih ditutup.
Penutupan jalur lambat yang dimulai dari depan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina hingga Jembatan Bukit Duri atau Jembatan Tongtek ini dilakukan karena masih banyaknya kendaraan milik warga dan petugas yang diparkir di sisi jalan. Selain itu, tenda milik TNI dan Polairud Polda Metro Jaya serta sejumlah perahu karet, dan dapur umum serta bahan-bahan makanan juga masih berada di sisi jalan. Akibat ditutupnya jalur lambat, kawasan Jatinegara macet hingga sepanjang dua kilometer.
Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Benhard Hutajulu mengatakan, ditutupnya Jalan Jatinegara Barat lantaran situasi yang belum menentu di Kampung Pulo tidak menentu. Banjir setiap saat masih akan terjadi dan warga akan kembali menggunakan Jalan Jatinegara Barat untuk memarkirkan kendaraannnya dan memasang tenda pengungsian.
"Banjir memang surut tapi sewaktu-waktu bisa banjir lagi. Jadi kami bersama Satlantas Jakarta Timur sudah terbiasa membuat rekayasa lalulintas di Jalan Jatinegara Barat itu," kata Benhard kepada wartawan, Jumat (21/11).
Benhard mengaku belum dapat memastikan waktu yang tepat untuk membuka kembali jalur lambat di Jalan Jatinegara Barat. Menurutnya, pembukaan jalan baru dapat dilakukan jika situasi sudah kondusif dan jalan tersebut sudah bersih dari kendaraan, tenda, serta dapur umum.
Camat Jatinegara Syofian Taher, mengatakan, seiring mulai surutnya banjir, sebanyak 741 warga Kampung Pulo yang sebelumnya mengungsi di sejumlah titik sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
"Kecuali di RSIA Hermina, saat ini masih ada 70 pengungsi," katanya.
Warga yang telah kembali dari posko pengungsian langsung membersihkan rumah-rumah mereka. Lumpur yang terbawa luapan Kali Ciliwung dan menempel di rumah-rumah warga dibersihkan dengan menggunakan, pompa air, selang, ember, dan lainnya.
"Pembersihan ini buat buka akses jalan saja untuk warga. Soalnya buat lewat anak dan ibu lansia," kata seorang warga RT 03/03 bernama Saparudin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




