Urai Kemacetan, Polisi Terapkan Uji Coba Kanalisasi di Jalur Tol Dalam Kota

Rabu, 26 November 2014 | 10:22 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Proyek jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara
Proyek jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara (Investor Daily / DAVID GITA ROZA)

Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan terobosan kreatif dalam Operasi Zebra Jaya 2014. Selain penegakan hukum yang menyasar pada kendaraan lawan arus dan berhenti sembarangan, polisi juga akan menerapkan sistem rekayasa arus di ruas jalan tol dalam kota, guna mengurai kemacetan dengan cara kanalisasi khusus kendaraan berat.

"Pada pelaksanaan Operasi Zebra, Polda Metro Jaya juga akan melakukan terobosan kreatif, yaitu menerapkan rekayasa lalu lintas, guna mengurai kemacetan utama di ruas jalan tol dalam kota, mulai Cawang hingga Semanggi, melalui upaya kanalisasi, memploting jalur kiri khusus kendaraan berat seperti bus dan truk," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/11).

Rekayasa arus lalu lintas itu bertujuan untuk mengurai kemacetan.

"Hal ini dimaksudkan guna mencegah terjadinya antrean kendaraan, yang terhambat akibat laju kendaraan berat, yang selama ini mendahului dengan bebas menggunakan seluruh lajur," ungkapnya.

Ia menyampaikan, terobosan kreatif itu bermuara kepada keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

"Rekayasa lalu lintas di jalan tol yang selama ini macet, kita coba buat kanal yang sebenarnya sudah ada, namun tidak dipatuhi. Jadi nanti kendaraan berat harus ada di kiri, akan dipasang traffic cone dan ada anggota di sana. Kedua, kendaraan kecil akan ada dua lajur. Jadi ada tiga lajur, satu kendaraan berat, dua kendaraan kecil," ujarnya.

Unggung menyebutkan, pelaksanaan uji coba kanalisasi jalur tol akan dilaksanakan mulai besok, Kamis (27/11).

"Kami akan coba besok pagi selama 14 hari. Kita tidak melakukan pembiaran. Saya tidak mau macet dibiarkan. Jadi 14 hari operasi, kita akan mengurai kemacetan," tegasnya.

Menurutnya, ada 2.700 personel yang terlibat dalam Operasi Zebra Jaya 2014, termasuk penerapan kanalisasi jalur tol.

"Kekuatan yang diturunkan ada 2.700 personel. Ada lima satgas, jadi lalu lintas juga di-back up fungsi yang lain, seperti Sabhara dan Brimob, namun tetap lebih banyak anggota lalu lintas. Ke-2.700 personel tidak semua di tol, ada juga di titik melawan arah dan berhenti sembarang, kita silang bergantian," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon