Basuki Belajar Persiapan Asian Games dari Wali Kota London
Minggu, 30 November 2014 | 00:57 WIB
Jakarta - Dalam pertemuannya dengan Wali kota London, Boris Johnson, hari ini, di rumah dinas Gubernur DKI, Jalan Taman Suropati No. 7, Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku belajar banyak hal dari kemajuan Kota London dibawah kepemimpinan Johnson. Terutama dalam pengembangan sistem transportasi dan persiapan sebagai tuan rumah Asian Games 2018.
Menurutnya, Pemerintah Kota London telah memiliki pengalaman membangun properti dibawah tanah di Hongkong.
"Termasuk skybridge, termasuk gedung, mass transportasinya secara pengalaman. Termasuk pengalaman pelaksanaan Olimpiade 2012 terbilang sukses. Kita mau belajar supaya Asian Games 2018 juga bisa sukses," kata Basuki seusai bertemu Johnson di Rumah Dinas Gubernur, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11).
Melihat hal itu, Basuki menawarkan kerja sama dengan Pemerintah Kota London. Kerja sama ini wajar dilakukan, karena sudah biasa kota berkembang seperti Jakarta bekerja sama dengan kota maju di negara maju seperti London.
"Kita menawarkan kerjasama. Kita juga ingin kerjasama seperti itu. Jadi kita mesti belajar dari negara majulah. Termasuk pengolahan air limbah segala macamnya," ujar pria yang akrab disapa Ahok ini.
Terkait pengelolaan transportasi umum, Ahok menilai London memiliki teknologi yang membuat bus tingkat dapat beroperasi dengan polusi udara dan suara yang sangat kecil.
"Nah kita ingin teknologi bus tingkat yang polusinya sangat kecil, polusi suara juga sangat kecil. Nah London ini jagonya. Dia ngalamin yang sama," tuturnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, Kota London mampu menyediakan rumah-rumah murah bagi warganya. Juga telah melewati proses penertiban rumah-rumah liar di bantaran sungai.
"Kebutuhan rumah-rumah murah, pengembangan London luar biasa. Kita saling cerita lah tadi karena kita juga hadapi masalah dalam sektor perumahan. Mereka sudah lewat masalah rumah liar di sungai, sudah nggak ada nih. Mungkin bisa belajar tempat lain. Kalau soal bangunan di bawah taman, dia jagonya tuh. Kan kita rencananya bangun bangunan di bawah Monas. Dia pengalaman sebetulnya," jelasnya.
Untuk pembangunan properti bawah tanah di stasiun MRT, Basuki menginginkan ada pertemuan khusus antara perusahaan milik Pemerintah Kota London dengan BUMD DKI.
"Kita ingi nanti ada pertemuan khusus antara perusahaan mereka dengan perusahaan BUMD kita. Saya sudah hubungi Pak Catur, Kepala BPMP DKI. Senin pekan depan ketemu mereka," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




