NTB Siap Jadi Pemasok Gula Untuk Kawasan Timur
Rabu, 10 Desember 2014 | 23:55 WIB
Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Zainul Majdi menargetkan daerahnya akan menjadi pemasok gula nasional khususnya kawasan Indonesia Timur pada akhir 2015.
"Kita ketahui negara ini masih sangat tergantung dengan datangnya gula impor. Tetapi kedepan hal itu kita bisa kurangi, seiring pada tahun 2015 di mulainya operasi pabrik tebu di NTB," kata Zainul Majdi di Mataram, Rabu (10/12).
Dikatakan gubernur, pembangunan pabrik berikut ladang tebu tersebut berasal dari investor nasional, dengan nilai investasi mencapai Rp 1,6 triliun. Diharapkan, dengan beroperasinya pabrik gula pada akhir tahun 2015, kebutuhan gula untuk kawasan Indonesia Timur suydah bisa dipasok melalui NTB.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan NTB Husnul Fauzi, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) berharapa banyak pengoperasian pabrik gula di Kabupaten Dompu sudah bisa di mulai di bulan September 2015.
"Kita harapkan bulan September sudah beroperasi, seiring pembangunan pabrik yang terus menunjukkan pembangan yang cepat," ujarnya.
Menurut dia, selain pabrik yang masih dalam proses pembangunan, ujar Husnul Fauzi, pihak perusahaan juga terus mempercepat pembangunan pelabuhan yang juga akan menjadi tempat sandar kapal dan bongkar muat barang, khususnya gula yang sudah siap untuk di kirim ke luar daerah, salah satunya untuk mengisi kebutuhan Indonesia Timur.
Sesuai rencana pembangunan pabrik gula di Kabupaten Dompu ditargetkan sudah bisa beroperasi pada tahun 2015. Saat ini pembangunannya terus dikebut, termasuk memperluas areal tanam tebu.
Oleh karenanya, ia berharap pembangunan pabrik gula dengan investasi swasta tersebut, dapat mampu mendorong kesejahteraan masyarakat khususnya di sekitar lokasi pembangunan pabrik.
"Karenanya, masyarakat harus bisa menjaga ini dengan sebaiknya," ujarnya.
Pabrik gula di Kabupaten Dompu itu, dalam setahun mampu diperkirakan akan mampu memproduksi 750 ribu ton. Sedangkan, kebutuhan gula di kawasan Indonesia Timur dalam setahun mencapai 2 juta ton.
"Kalau ini sudah selesai, maka kebutuhan gula untuk Indonesia bagian timur akan bisa terpenuhi," harapnya.
Ia menambahkan, semasa pembangunan pabrik dilakukan penanaman pohon tebu pada tahun 2014 dikerjakan di atas lahan seluas 1.000 hektar. Sementara di tahun 2015 diharapkan meningkat menjadi 3.000 hektar.
Untuk itu, Husnul Fauzi berharap bila pabrik tebu tersebut dapat beroperasi, akan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama yang berada di luar areal lahan pabrik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




