Golkar Minim Figur Nasional

Senin, 15 Desember 2014 | 21:43 WIB
HR
YD
Penulis: Hizbul Ridho | Editor: YUD
Ketua umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono berpidato saat penutupan Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Ancol, Jakarta, Senin (8/12).
Ketua umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono berpidato saat penutupan Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Ancol, Jakarta, Senin (8/12). (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Anggota Poros Muda Golkar Indra J. Piliang mengungkapkan, saat ini Golkar sedang defisit figur nasional untuk bersaing di pemilihan kepala daerah dengan figur-figur partai lain yang lebih dulu menyeruak di permukaan. Hal tersebut merupakan tantangan besar bagi partai berlambang beringin itu.

Sebab selama ini, kata Indra, Golkar merupakan partai yang belum bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Dalam mencari figur pemimpin dari Golkar, kader harus memiliki saham sehingga kartelisasi kader cukup kuat dalam memunculkan calon dalam jabatan apapun terlebih pemilu.

"Tidak ada kader seperti Ganjar Pranowo atau Ahok atau Jokowi atau Risma sebagaimana dihasilkan PDI Perjuangan, yang hampir di seluruh sudut yang muda didukung penuh oleh partainya," imbuhnya.

Di zaman reformasi ini, lanjut Indra, partai harus merekayasa kadernya sehingga bisa populis di masyarakat. Misalnya, terkait pemberitaan di media massa. Saat ini, elektabilitas membutuhkan aksi sosial, bukan lagi hanya sekadar memasang iklan kering sebagaimana yang masih dilakukan Golkar hingga saat ini.

"Elektabilitas butuh aksi sosial, lewat kerja langsung. Itulah titik penemuan antara dikenal dan aksi langsung. Kalau hanya pencitraan melalui iklan tidak akan diterima masyarakat. Persis yang masih dilakukan Golkar," ujarnya.

Untuk itu, Indra mengingatkan kalau cara-cara kartelisasi oligarkis masih dipraktekan partai sebesar Golkar, niscaya partai ini nantinya hanya tinggal sejarah. Pada titik ini, islah memiliki makna bahwa elite-elite golkar harus memberikan ruang kepada generasi muda untuk mentransformasikan partainya menjadi partai harapan rakyat.

"Islah harus memberikan kesempatan kepada generasi baru dan generasi sehat, yang kita harapakan menjadi pengurus partai," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon