Agun: Selesaikan Masalah Prinsip, Baru Islah

Selasa, 16 Desember 2014 | 18:40 WIB
RW
YD
Penulis: Robertus Wardi | Editor: YUD
Ketua Presidium Tim Penyelamat Partai Golkar Agung Laksono (kanan) memukul gong membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar disaksikan Calon Ketua Umum Priyo Budi Santoso (kedua kanan), Calon Ketua Umum Agus Gumiwang Kartasasmita (Ketiga kanan), Anggota Presidium Agun Gunanjar (tengah), Politisi Senior Anton Lesiangi (ketiga kiri) dan Anggota Presidium Tim Penyelamat Lawrence Siburian (kedua kiri) di Jakarta, Sabtu (6/12).
Ketua Presidium Tim Penyelamat Partai Golkar Agung Laksono (kanan) memukul gong membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar disaksikan Calon Ketua Umum Priyo Budi Santoso (kedua kanan), Calon Ketua Umum Agus Gumiwang Kartasasmita (Ketiga kanan), Anggota Presidium Agun Gunanjar (tengah), Politisi Senior Anton Lesiangi (ketiga kiri) dan Anggota Presidium Tim Penyelamat Lawrence Siburian (kedua kiri) di Jakarta, Sabtu (6/12). (Antara/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta - Kubu Agung Laksono (AL) siap berdamai atau islah dengan kubu Aburizal Bakrie (ARB). Namun masalah-masalah prinsip atau substansi harus diselesaikan terlebih dahulu. Tanpa ada kesepakatan atau penyamaan mengenai hal-hal prinsip, islah bakal sulit terwujud.

"Kami terbuka untuk islah. Memang itu jalan terbaik bagi Golkar. Tetapi persoalan-persoalan prinsip harus diselesaikan terlebih dahulu," kata Ketua DPP Partai Golkar (PG) dari kubu AL, Agun Gunanjar di Jakarta, Selasa (16/12).

Lebih lanjut Agun menjelaskan masalah-masalah substansi yang harus diselesaikan adalah mengenai keberadaan PG dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Kubu ARB memutuskan PG tetap berada di KMP, sementara kubu AL memutuskan PG keluar dari KMP.

Masalah substansi lainnya adalah soal Perppu Pilkada. Kubu ARB menolak Perppu Pilkada langsung, sementara kubu AL menerima Perppu itu karena memerintahkan Pilkada secara langsung.

Hal lainnya yaitu kubu ARB menginginkan Pilpres secara tidak langsung yaitu lewat DPR, sementara kubu AL tetap menginginkan Pilpres langsung seperti dijalankan selama ini.

"Soal-soal ini harus selesai dulu. Kami tidak mau hanya untuk ambisi dan kepentingan pribadi dan kelompok atau kepentingan bisnis pribadi lalu mengorbankan partai. Kami tidak mau keberadaan PG di KMP untuk menjaga kepentingan bisnis," tutur anggota Komisi II DPR ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon