Tenggak Miras Oplosan, Satu Tewas di Bekasi
Kamis, 18 Desember 2014 | 23:14 WIB
Bekasi - Kasus korban meninggal setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan kembali terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Kali ini, menewaskan seorang pemuda bernama Syahrial alias Iyal (32), yang telah dimakamkan di TPU Kampung Duaratus, Kota Bekasi.
Sementara teman korban, dalam kondisi kritis dirawat di rumahnya Kampung Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Diketahui, Syahrial bersama temannya, Nasib alias Arab, pesta miras oplosan di rumah Agus, di Kampung Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (14/12) lalu.
Mereka minum miras oplosan yang dibawa oleh Syahrial dan Arab yang sudah dikemas dalam kantung plastik. Mereka minum miras sambil memperbaiki sepeda motor milik Syahrial.
Berdasarkan keterangan, Agus (28), mereka meminum miras oplosan sebanyak empat bungkus ditambah dengan campuran minuman Buavita dan minuman kaleng Calpico. Miras oplosan ini dibeli di daerah Kayuringin, Bekasi Selatan.
"Minuman yang beli Syahrial dan yang campur juga dia. Saya saat itu, sedang perbaiki motor dia," kata Agus di kediamannya, Kamis (18/12).
Dia mengatakan, semua minuman yang dibeli oleh Syahrial dihabiskan sampai malam hari. "Sampai-sampai, Syahrial mabuk berat dan diantar ke Stasiun Bekasi, naik taksi pulang ke rumahnya," katanya.
Sementara dirinya, beristrahat di rumahnya hingga Senin (15/12) pagi, dan bangun tidur belum ada efek apapun dari minuman oplosan tersebut.
"Senin pagi belum ada efeknya, baru berasa setelah minum lagi sisa minuman yang dibawa Syahrial, satu bungkus lagi," ungkapnya.
Setelah minum miras oplosan sisa itu, efeknya mulai berasa dan dirinya pun langsung tertidur pulas hingga sampai esok pagi, Selasa (16/12) sekitar pukul 09:00 WIB.
"Saat bangun, pandangan mata saya mulai kabur. Saya hanya melihat sekelilingnya berwarna putih. Langsung saya dibawa ke UGD RSUD kota Bekasi," kata dia.
Setelah dirawat, dirinya memilih pulang dan berobat jalan ke rumah sakit lain.
Dirinya, mengetahui temannya, Syahrial, telah meninggal pada Selasa (16/12) sekitar pukul 05:30 WIB.
"Syahrial sempat juga dirawat di RS Tiara, Babelan, semalam karena sempat muntah darah," ujarnya.
Dia mengakui, kejadian ini tidak dilaporkan ke pihak kepolisian setempat karena memang takut kejadian ini menjadi ramai.
Kepolisian dari Polsek Bekasi Selatan memang belum mendapatkan laporan atas kasus tersebut. Dan hingga saat ini pihak polisi masih menunggu laporan korban agar kasus tersebut ditangani pihak berwajib.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




