Pemerintah Harus Tegas Pindahkan Penduduk dari Lokasi Rawan Longsor
Jumat, 19 Desember 2014 | 21:12 WIB
Banjarnegara - Pemerintah perlu bersikap tegas untuk memindahkan penduduk yang masih bermukim di kawasan yang berpotensi mengalami longsor lanjutan pasca bencana tertimbunnya desa di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
"Langkah tega perlu segera dilakukan untuk merelokasi penduduk yang masih tinggal di sejumlah titik yang berdekatan dengan bencana longsor di Karangkobar. Kebijakan itu guna menyelamatkan penduduk agar terhindar dari peristiwa serupa," kata Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Humphrey R Djemat seusai memberikan bantuan kepada korban tanah longsor di Karangkobar, Banjarnegara, Jumat (19/12).
Humphrey didampingi pengurus cabang AAI di Cilacap dan Purbalingga menyerahkan bantuan kemanuiaan berupa ratusan seliut, air mineral, mie instan dan biskut untuk anak-anak. Organisasi profesi advokat itu juga akan mengirimkan lagi alas tidur berupa kasur lipat pekan depan.
"Kasur lipat amat mendesak untuk alas tidur, apalagi udara di lokasi ini dingin karena berada di dataran tinggi," tuturnya.
Di beberapa titik yang berada di ketinggian bukit di dekat lokasi longsor yang terjadi Jumat pekan lalu, tampak sejumlah rumah yang masih didiami penduduk setempat.
"Hujan yang masih akan berkepanjangan bisa menimbulkan longsor susulan," kata Humphrey.
Menurut dia, wajar bagi masyarakat di sana bila menolak untuk pindah karena sudah lama mendiami daerah yang berada di kemiringan bukit. "Tidak ada pilihan lain bagi masyarakat untuk secepatnya bersedia untuk direlokasi agar terhinddar dari longsor susulan yang amat berpotensi bakal terjadi lagi," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




