Konsentrasi Kepemilikan Media Ancam Kebebasan Pers
Kamis, 29 Desember 2011 | 00:31 WIB
"Integritas wartawan adalah bukan untuk pemilik medianya tapi untuk publik."
Bersatunya tokoh-tokoh utama partai politik dan pemilik grup perusahaan media, terutama media penyiaran di Indonesia menjadi ancaman baru bagi kemerdekaan pers di Indonesia menjelang Pemilihan Umum 2014.
Kondisi tersebut bisa menjadi bahaya independensi terhadap ruang redaksi.
"Ini juga mencemaskan, karena posisi pers Indonesia menjadi lebih rentan terhadap berbagai intervensi politik kekuasaan," kata Ketua AJI, Eko Maryadi, dalam jumpa pers catatan akhir tahun AJI di Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (28/12).
Lebih jauh, Eko menambahkan wartawan yang berintegritas adalah wartawan yang tidak bisa disuap, termasuk oleh status kekaryawanannya.
"Integritas wartawan adalah bukan untuk pemilik medianya tapi untuk publik," kata Eko.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penyiaran dan Media Baru AJI, Dandhy Dwi Laksono, mengatakan tren terpusatnya akuisisi perusahaan media oleh konglomerasi besar terlihat jelas di tahun ini.
Pemusatan kepemilikan media di Indonesia tahun ini ditandai antara lain dengan diakuisisinya Detik.com oleh Trans Corp, yang memiliki dua stasiun televisi, Trans TV dan Trans 7. Selain itu, Kompas Gramedia Group juga meluncurkan Kompas TV yang mengisi waktu siaran di beberapa stasiun televisi di daerah.
Kedekatan pemilik media kepada politisi juga ditandai oleh bergabungnya Hari Tanoesoedibjo, pemilik MNC Group yang menguasai tiga stasiun televisi, beberapa media cetak dan media online, dengan Partai Nasional Demokrat yang dimotori oleh Surya Paloh, pemilik Metro TV dan Harian Media Indonesia.
Tidak ada yang salah dengan akuisisi media oleh konglomerasi besar, namun yang harus dijamin adalah independensi redaksi terhadap kepentingan pemiliknya.
Ancaman terhadap kemerdekaan pers di masa kini tidak lagi datang dari pemerintah namun dari pemilik media.
"Yang bredel kita adalah orang yang bayar kita. Ini seperti pembunuhan pelan-pelan terhadap kemerdekaan pers," kata Dandhy.
Bersatunya tokoh-tokoh utama partai politik dan pemilik grup perusahaan media, terutama media penyiaran di Indonesia menjadi ancaman baru bagi kemerdekaan pers di Indonesia menjelang Pemilihan Umum 2014.
Kondisi tersebut bisa menjadi bahaya independensi terhadap ruang redaksi.
"Ini juga mencemaskan, karena posisi pers Indonesia menjadi lebih rentan terhadap berbagai intervensi politik kekuasaan," kata Ketua AJI, Eko Maryadi, dalam jumpa pers catatan akhir tahun AJI di Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (28/12).
Lebih jauh, Eko menambahkan wartawan yang berintegritas adalah wartawan yang tidak bisa disuap, termasuk oleh status kekaryawanannya.
"Integritas wartawan adalah bukan untuk pemilik medianya tapi untuk publik," kata Eko.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penyiaran dan Media Baru AJI, Dandhy Dwi Laksono, mengatakan tren terpusatnya akuisisi perusahaan media oleh konglomerasi besar terlihat jelas di tahun ini.
Pemusatan kepemilikan media di Indonesia tahun ini ditandai antara lain dengan diakuisisinya Detik.com oleh Trans Corp, yang memiliki dua stasiun televisi, Trans TV dan Trans 7. Selain itu, Kompas Gramedia Group juga meluncurkan Kompas TV yang mengisi waktu siaran di beberapa stasiun televisi di daerah.
Kedekatan pemilik media kepada politisi juga ditandai oleh bergabungnya Hari Tanoesoedibjo, pemilik MNC Group yang menguasai tiga stasiun televisi, beberapa media cetak dan media online, dengan Partai Nasional Demokrat yang dimotori oleh Surya Paloh, pemilik Metro TV dan Harian Media Indonesia.
Tidak ada yang salah dengan akuisisi media oleh konglomerasi besar, namun yang harus dijamin adalah independensi redaksi terhadap kepentingan pemiliknya.
Ancaman terhadap kemerdekaan pers di masa kini tidak lagi datang dari pemerintah namun dari pemilik media.
"Yang bredel kita adalah orang yang bayar kita. Ini seperti pembunuhan pelan-pelan terhadap kemerdekaan pers," kata Dandhy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




