Luncurkan "Call Centre", Menteri Desa Ingin Dengarkan Informasi dari Masyarakat
Kamis, 8 Januari 2015 | 14:44 WIB
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar ingin mendengarkan semua informasi dari masyarakat di desa, wilayah tertinggal, dan warga transmigrasi.
"Cara ini merupakan bagian dari penyerapan aspirasi yang strategis bagi keberlangsung program-program kerakyatannya," ujar Marwan.
Hal itu dikemukakan saat peluncuran call center 1500040 di Kantor Transmigrasi, Kalibatan, Jakarta Selatan, Kamis (8/1).
"Desa di Indonesia begitu banyak jumlahnya dengan perkiraan mencapai 73 ribu desa. Dengan teknologi komunikasi, pemerintah bisa mengetahui apa saja kebutuhan rakyatnya," ujar Menteri Marwan.
"Saya memastikan, akan banyak masyarakat di perdesaan dan juga daerah terpencil yang memanfaatkan sarana call center ini untuk menyampaikan keluhan. Juga keinginan rakyat agar diperhatikan oleh negara," sambung politikus PKB ini.
Menurut Marwan, aspirasi rakyat harus didengarkan oleh negara. Keluhan masyarakat di desa, di perbatasan dan pelosok , harus diperhatikan oleh bangsa Indonesia. Karena itu, mereka ada barometer menjadikan Indonesia bermartabak.
"Mereka juga merupakan kunci ketahanan ekonomi bangsa. Tidak sekedar diberdayakan, tapi harus juga diperhatikan," ujarnya.
Marwan mengungkapkan, sebelum call center diberlakukan oleh kementeriannya, pesan pendek yang diterimanya mencapai ratusan yang diterima setiap hari. Keluhannya beragam, dari perhatian pendidikan, sarana, minta diberdayakan, ketidakpuasan dengan perhatian negara pada kementerian sebelumnya," ujarnya.
Pada era sebelumnya, Marwan mengatakan, masyarakat desa tidak terlalu dianggap penting. Hanya dijadikan sebagai objek yang diberdayakan secara lokal. Padahal potensi besar desa, juga harus dibuka ruang untuk mengekplorasi kemampuannya.
"Desa harus diberdayakan secara nasional dan multinasional sebagai sarana untuk mengembangkan dirinya untuk peningkatan ekonomi," ujarnya.
Telepon Kepala Desa
Dalam kesempatan itu, Marwan melakukan uji coba dengan mengubungi Kepala Desa Karang Serang Kabupateng Tangerang Banten, Slamet Riyadi. Dia menanyakan seputar persoalan yang dihadapi warga desa setempat.
"Masa belum berkembang Pak, Tangerang kan daerah Industri," tanya Marwan, menanggapi pernyatan Slamet tentang belum berkembangnya desa tersebut.
Marwan juga menjelaskan bahwa Kementerian Desa akan menyalurkan Dana Desa sebesar Rp 1,4 Miliar sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.
"Tapi tidak dilakukan bertahap bukan sekaligus, tahun ini kita serahkan Rp 270 juta dulu. Tapi tolong dipersiapkan RPJMDes, perencaan desa, musyawarah desa. Sehingga program-program yang akan dilaksanakan tepat sasaran," bebernya.
"Pak Kades, ini kami sudah punya "Call Centre'. Nanti kita bisa komunikasi langsung jika ada persoalan apapun terkait program desa ya Pak," ujar Marwan, sebelum menutup percakapannya dengan Slamet
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




