Panglima TNI Janji Dukung Pencarian Korban AirAsia Hingga Tuntas

Minggu, 11 Januari 2015 | 21:49 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Panglima TNI Jenderal Moeldoko berbicara kepada wartawan saat konfrensi pers setelah mendampingi tim SAR gabungan mengangkat ekor pesawat Air Asia QZ8501 di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/1).
Panglima TNI Jenderal Moeldoko berbicara kepada wartawan saat konfrensi pers setelah mendampingi tim SAR gabungan mengangkat ekor pesawat Air Asia QZ8501 di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/1). (Antara/Suryanto)

Pangkalan Bun - Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, berjanji mendukung pencarian korban sekaligus kotak hitam pesawat Air Asia QZ8501 hingga tuntas.

"Terhadap korban yang belum ditemukan, kita berusaha keras menemukannya. Belum ditemukan sisa badan pesawat lain karena sebelumnya fokus ke ekor," kata Panglima TNI saat memberikan keterangan pers di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (11/1).

Ia tidak dapat menjawab apakah kotak hitam pesawat Air Asia yang dicari ada di ekor pesawat yang telah berhasil diangkat. Namun saat ini ekor pesawat sudah dapat diangkat dan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Saya tidak bisa jawab penuh kotak hitam ada di ekor atau tidak, KNKT yang akan laporkan itu," ujar dia.

Berdasarkan laporan dari Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo, ia mengatakan ada "pinger locater" yang menangkap signal dari kotak hitam pesawat. Skenario yang akan dilakukan jika memang signal tertangkap semakin kuat maka tim selam yang berada di KN Jadayat dan KRI Banda Aceh siap dikerahkan ke lokasi, ujar dia.

Selain akan fokus membantu mencari kotak hitam, ia mengatakan, personel TNI akan siap membantu mencari badan pesawat Airbus 320-200 yang terpisah-pisah.

Pada operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 hari ke-14, pengangkatan ekor pesawat dari dasar perairan Teluk Kumai telah berhasil dilakukan dengan menggunakan balon pengapung.

Meski demikian, menurut Direktur Operasional Basarnas Marsekal Pertama SB Supriyadi, kotak hitam yang dicari tidak berada di ekor pesawat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon