Astra Sedaya dan FIF Himpun Dana Rp 30 Triliun
Kamis, 15 Januari 2015 | 06:06 WIB
Jakarta – Dua anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Sedaya Finance dan PT Federal International Finance (FIF), akan menghimpun dana senilai total Rp 30 triliun tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi target pembiayaan konsumen.
Sesuai rencana, Astra Sedaya menargetkan pembiayaan senilai Rp 27 – 30 triliun, lebih tinggi dibandingkan estimasi tahun lalu sekitar Rp 25 – 26 triliun. Sementara itu, FIF Group membidik sekitar Rp 27,5 triliun, atau hampir sama dengan realisasi pembiayaan 2014.
Presiden Direktur Astra Sedaya Jodjana Jody mengungkapkan, pihaknya akan menggalang sekitar Rp 15 – 20 triliun untuk mendanai bisnis pembiayaan tahun ini. Adapun dana akan berasal dari emisi obligasi dan pinjaman perbankan. Umumnya, sebanyak 65 persen porsi pendanaan dipenuhi oleh pinjaman, sedangkan sisa 35 persen oleh obligasi.
"Sebagian besar pendanaan kami memang berasal dari perbankan. Kami sedang membidik pinjaman bank dari dalam maupun luar negeri," kata Jody kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (14/1).
Dia mengatakan, opsi pinjaman saat ini lebih menarik dibandingkan obligasi. Pasalnya, para ekonom telah memprediksi peluang kenaikan BI-rate menjadi 8,5 persen dari saat ini 7,75 persen. Jika terjadi, pendanaan melalui emisi obligasi akan lebih berat.
Meski begitu, lanjut Jody, pihaknya tetap mengkaji penerbitan obligasi senilai Rp 1,5 triliun pada semester I – 2015. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II senilai total Rp 10 triliun. "Namun, kalau ternyata suku bunga naik, emisi kemungkinan akan ditunda," ujar dia.
Sebelumnya, Astra Sedaya menerbitkan obligasi sebesar Sin$ 100 juta atau sekitar Rp 944 miliar. Surat utang bertenor tiga tahun itu dijamin oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF).
Penerbitan obligasi berdenominasi dolar Singapura pada pekan lalu itu merupakan pertama kali bagi Astra Sedaya dalam mendiversifikasi sumber pendanaan.
Hal itu juga menambah portofolio jaminan CGIF, sebuah lembaga penjaminan kredit yang didirikan oleh pemerintah negara anggota ASEAN plus Tiongkok, Jepang, dan Korea (Asean+3), serta Bank Pembangunan Asia (ADB).
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd (HSBC) bertindak sebagai lead manager, sedangkan Societe Generale Corporate and Investment Bank sebagai deal structurer dalam transaksi obligasi Astra Sedaya.
Pada saat yang sama, perusahaan pembiayaan milik Grup Astra lainnya, FIF Group, sedang mencari sekitar Rp 10 triliun untuk menjalankan kegiatan bisnisnya. Sesuai rencana, dana juga akan berasal dari obligasi dan pinjaman.
"Porsi antara obligasi dan pinjaman masih dipelajari. Yang pasti, kami akan segera menerbitkan program obligasi sebentar lagi," kata Head of Treasury and Funding FIF Group Jerry Fandy, ketika dihubungi secara terpisah.
Dia mengungkapkan, FIF Group berencana meluncurkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II Obligasi senilai total Rp 10 triliun pada kuartal I – 2015. Untuk tahap pertama, FIF Group akan melelang surat utang senilai Rp 2 – 3 triliun. "Kami baru mau mulai persiapannya. Saat ini, perusahaan sedang menyelesaikan laporan keuangan 2014 yang telah diaudit," imbuh Jerry.
Pada Desember 2014, FIF Group berhasil meraih pinjaman sindikasi senilai US$ 225 juta atau setara Rp 2,8 triliun. Sindikasi pinjaman dipimpin oleh HSBC dan Mizuho, disertai jaminan dari Japan Bank for International Co-operation (JBIC).
Sementara itu, JBIC mengatakan, pihaknya menyediakan US$ 25 juta sedangkan sisanya dikucurkan oleh lead arrangers dan bookrunners. Selain HSBC dan Mizuho, sepuluh bank lain turut berpartisipasi menjadi kreditor. Sepuluh bank tersebut yakni Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Chugoku Bank, Shizuoka Bank, Chiba Bank, Gunma bank, Hachijuni Bank, Hyakugo Bank, Hyakujushi Bank, dan San-In Godo Bank.
"Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai kegiatan bisnis FIF, khususnya untuk pembiayaan penjualan merek Honda di Indonesia," ungkap JBIC dalam penjelasan resmi di situsnya.
FIF Group kini mengelola aset lebih dari Rp 29,5 triliun dengan empat juta pelanggan aktif. Perseroan memiliki 169 cabang dan 390 titik layanan. Perseroan menguasai 46,2 persen pangsa pasar pembiayaan sepeda motor nasional melalui jaringan di lebih dari 1.739 diler resmi Honda.
Sepanjang 2013, FIF Group mencatat pendapatan sebesar Rp 5,5 triliun atau hampir sama dengan periode 2012 senilai Rp 5,4 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp 1,2 triliun atau naik 9 persen dibandingkan 2012 sebanyak Rp 1,1 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




