Perburuan Tiket Olimpiade Semakin Ketat
Senin, 2 Januari 2012 | 16:02 WIB
Para peserta menghadapi persaingan yang lebih ketat daripada tahun-tahun sebelumnya.
Meski masih tersisa lima bulan lagi menjelang berakhirnya masa kualifikasi, para pebulutangkis dunia terus mengejar poin demi merebut tiket ke Olimpiade London 2012.
Hal ini ditandai dengan membanjirnya pemain-pemain bintang di Korea Open Superseries yang menjadi turnamen awal tahun. Para peserta pun menghadapi persaingan yang lebih ketat daripada tahun-tahun sebelumnya, termasuk pemain-pemain Indonesia, di turnamen yang akan berlangsung 3-8 Januari.
Total hadiah $1 juta juga makin memperuncing persaingan. Masing-masing pemenang nomor tunggal putra dan putri berhak mengantongi $75.000. Sedangkan untuk nomor ganda $79.000.
Pemain tunggal putra pertama Indonesia, Simon Santoso akan menghadapi pemain Jepang, Kazushi Yamada. Sementara itu, Taufik Hidayat yang baru-baru ini mengakhiri masa paceklik gelarnya dengan memenangi Macau Open Grand Prix Gold, akan berhadapan dengan wakil Inggris Rajiv Ouseph.
Dua pemain muda Indonesia, Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka dipaksa melewati ujian berat di babak awal. Tommy akan melawan unggulan keenam asal Jepang, Sho Sasaki. Sedangkan Hayom ditantang oleh pemain muda Denmark, Jan Jorgensen.
Sony Dwi Kuncoro yang sebelumnya terdaftar di babak kualifikasi, menyatakan mundur karena cedera pinggangnya kambuh.
"Saya ingin memastikan kondisi dulu. Ingin memaksimalkan kemampuan. Saya merasa belum siap untuk turun. Nanti di Malaysia baru turun," ujar Sony.
Di sektor tunggal puteri, Indonesia harus menghadapi jalan yang lebih panjang. Keempat wakilnya harus melewati babak kualifikasi sebelum masuk ke babak utama, termasuk pemain nomor satu nasional Adrianti Firdasari yang akan berhadapan dengan pemain tuan rumah, Hwang Hye Youn.
Rekan Firdasari di pelatnas, Maria Febe Kusumastuti akan berhadapan dengan pemain India, PV Sindhu, sementara Aprillia Yuswandari melawan pemain Jerman, Olga Konon. Pemain tunggal puteri lainnya, Lindaweni Fanetri kembali ditantang oleh lawannya di SEA Games lalu, Tee Jing Yi dari Malaysia.
Meski masih tersisa lima bulan lagi menjelang berakhirnya masa kualifikasi, para pebulutangkis dunia terus mengejar poin demi merebut tiket ke Olimpiade London 2012.
Hal ini ditandai dengan membanjirnya pemain-pemain bintang di Korea Open Superseries yang menjadi turnamen awal tahun. Para peserta pun menghadapi persaingan yang lebih ketat daripada tahun-tahun sebelumnya, termasuk pemain-pemain Indonesia, di turnamen yang akan berlangsung 3-8 Januari.
Total hadiah $1 juta juga makin memperuncing persaingan. Masing-masing pemenang nomor tunggal putra dan putri berhak mengantongi $75.000. Sedangkan untuk nomor ganda $79.000.
Pemain tunggal putra pertama Indonesia, Simon Santoso akan menghadapi pemain Jepang, Kazushi Yamada. Sementara itu, Taufik Hidayat yang baru-baru ini mengakhiri masa paceklik gelarnya dengan memenangi Macau Open Grand Prix Gold, akan berhadapan dengan wakil Inggris Rajiv Ouseph.
Dua pemain muda Indonesia, Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka dipaksa melewati ujian berat di babak awal. Tommy akan melawan unggulan keenam asal Jepang, Sho Sasaki. Sedangkan Hayom ditantang oleh pemain muda Denmark, Jan Jorgensen.
Sony Dwi Kuncoro yang sebelumnya terdaftar di babak kualifikasi, menyatakan mundur karena cedera pinggangnya kambuh.
"Saya ingin memastikan kondisi dulu. Ingin memaksimalkan kemampuan. Saya merasa belum siap untuk turun. Nanti di Malaysia baru turun," ujar Sony.
Di sektor tunggal puteri, Indonesia harus menghadapi jalan yang lebih panjang. Keempat wakilnya harus melewati babak kualifikasi sebelum masuk ke babak utama, termasuk pemain nomor satu nasional Adrianti Firdasari yang akan berhadapan dengan pemain tuan rumah, Hwang Hye Youn.
Rekan Firdasari di pelatnas, Maria Febe Kusumastuti akan berhadapan dengan pemain India, PV Sindhu, sementara Aprillia Yuswandari melawan pemain Jerman, Olga Konon. Pemain tunggal puteri lainnya, Lindaweni Fanetri kembali ditantang oleh lawannya di SEA Games lalu, Tee Jing Yi dari Malaysia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




