Anak Jalanan Lulus Kuliah ke Afrika, Mesir dan Arab Saudi
Rabu, 4 Januari 2012 | 15:42 WIB
Tiga anak jalanan masing-masing Muhammad Koidi melanjutkan sekolah tingkat SMA di Afrika Selatan, Muzaifa kuliah di Al-Azhar Mesir dan Zulkarnaen kuliah di Arab Saudi.
Tiga siswa anak jalanan yang menuntut ilmu di sekolah Masyarakat Terminal (Master) Kota Depok, Jawa Barat, meraih prestasi internasional dengan mendapat kesempatan belajar di luar negeri.
"Siapapun jika diberi kesempatan akan mampu meraih prestasi yang membanggakan," kata Pengasuh Sekolah anak jalanan di terminal Depok Nur Rohim, di Depok, hari ini.
Menurut dia, tiga anak tersebut adalah Muhammad Koidi yang melanjutkan sekolah tingkat SMA di Afrika Selatan, Muzaifa berhasil melanjutkan kuliah di Al-Azhar Mesir dan Zulkarnaen yang berhasil meneruskan studinya untuk kuliah di Arab Saudi.
"Muzaifa dan Zulkarnaen merupakan anak yang pandai dan telah menghafal 30 juz," jelasnya.
Nur Rohim yang juga Pendiri Yayasan Bina Insan Mandiri lebih lanjut mengatakan, pada tahun lalu muridnya juga berhasil menembus masuk perguruan tinggi negeri. Seperti Muar Tio dan Dodi Dores diterima di Universitas Indonesia (UI).
Selain itu juga Tuti yang berhasil diterima di Universitas Islam Negeri (UIN).
"Total semua ada sekitar 11 anak yang diterima di perguruan tinggi negeri baik itu di UI, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) maupun UIN," katanya.
Nur Rohim berharap dengan berbagai prestasi akademik muridnya selama ini maka tidak ada diskriminasi lagi terhadap anak murid didiknya.
Menurut dia anak jalanan yang bersekolah di tempat tersebut bebas mengatur jadwalnya sendiri. Mereka tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menganggu jam belajar. Dalam sehari, ada tiga sesi belajar, yakni pagi, siang, dan sore.
Dengan jadwal yang fleksibel tersebut para siswa dapat mengikuti pelajaran. Murid sekolah tersebut adalah anak jalanan seperti pengemis dan pengamen yang beroperasi di sekitar terminal Depok.
Tiga siswa anak jalanan yang menuntut ilmu di sekolah Masyarakat Terminal (Master) Kota Depok, Jawa Barat, meraih prestasi internasional dengan mendapat kesempatan belajar di luar negeri.
"Siapapun jika diberi kesempatan akan mampu meraih prestasi yang membanggakan," kata Pengasuh Sekolah anak jalanan di terminal Depok Nur Rohim, di Depok, hari ini.
Menurut dia, tiga anak tersebut adalah Muhammad Koidi yang melanjutkan sekolah tingkat SMA di Afrika Selatan, Muzaifa berhasil melanjutkan kuliah di Al-Azhar Mesir dan Zulkarnaen yang berhasil meneruskan studinya untuk kuliah di Arab Saudi.
"Muzaifa dan Zulkarnaen merupakan anak yang pandai dan telah menghafal 30 juz," jelasnya.
Nur Rohim yang juga Pendiri Yayasan Bina Insan Mandiri lebih lanjut mengatakan, pada tahun lalu muridnya juga berhasil menembus masuk perguruan tinggi negeri. Seperti Muar Tio dan Dodi Dores diterima di Universitas Indonesia (UI).
Selain itu juga Tuti yang berhasil diterima di Universitas Islam Negeri (UIN).
"Total semua ada sekitar 11 anak yang diterima di perguruan tinggi negeri baik itu di UI, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) maupun UIN," katanya.
Nur Rohim berharap dengan berbagai prestasi akademik muridnya selama ini maka tidak ada diskriminasi lagi terhadap anak murid didiknya.
Menurut dia anak jalanan yang bersekolah di tempat tersebut bebas mengatur jadwalnya sendiri. Mereka tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menganggu jam belajar. Dalam sehari, ada tiga sesi belajar, yakni pagi, siang, dan sore.
Dengan jadwal yang fleksibel tersebut para siswa dapat mengikuti pelajaran. Murid sekolah tersebut adalah anak jalanan seperti pengemis dan pengamen yang beroperasi di sekitar terminal Depok.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




