Polda Sulselbar: Perempuan di Kartu Keluarga Samad Jadi Tersangka
Senin, 2 Februari 2015 | 13:57 WIB
Jakarta- Kapolda Sulselbar Irjen Anton Setiadji menyatakan pihaknya tengah memeriksa dugaan pemalsuan dokumen kartu keluarga (KK) yang diduga melibatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (AS) dengan seorang perempuan berinisial FL.
"Hari ini kita menjadwalkan memeriksa FL, perempuan asal Kalimantan Barat, yang namanya ada di KK Abraham Samad. Kita usut bagaimana asal usul perempuan itu ada di KK AS. Kita duga semuanya dipalsukan. FL sudah jadi tersangka," kata Anton pada Beritasatu.com, Senin (2/2).
Mantan Kadiv Binkum itu mengakui perempuan yang dijadikan tersangka itu adalah wanita yang fotonya sudah tersebar di dunia maya sedang tidur berpelukan bersama lelaki yang diduga AS.
"Ya yang fotonya sudah tersebar itu. Kita dalami terus. Nanti semua yang terlibat dalam kasus ini akan kita panggil termasuk AS. FL hingga kini belum datang. Di dalam KK itu juga ada nama istri AS dan dengan KK itu FL mengurus paspor. Kasus ini limpahan dari Bareskrim," imbuhnya.
Saat ditanya apa hubungan antara FL dengan AS, Anton menjawab, pihaknya akan mencari tahu lebih dalam. "Itu juga yang kita cari. Apakah itu keponakannya atau hubungan yang dirahasiakan, ya kita gali terus," kata dia.
Kabareskrim Irjen Budi Waseso mengatakan pemeriksaan kasus yang ditangani Polda Sulselbar ini untuk membuat terang permasalahan. "Yang jelas ada laporan dan kita tindaklanjuti. Nanti kita akan nilai apa ada kaitannya dengan pidana. Nanti kita pilah-pilah. Yang jelas kita tangani semua laporan, bukan hanya itu saja," bebernya.
Menurut Budi, jika diperlukan pemeriksaan tambahan, maka tim penyidik Sulselbar akan diundang ke Bareskrim.
Sebelumnya AS juga tengah dibidik satgas Bareskrim yang menangani kasus pertemuan antara AS dengan PDIP yang dilaporkan KPK Watch Indonesia. Adapun Plt Sekjen PDI Hasto Kristiyanto yang pertama kali mengungkap pertemuan itu. Menurut Hasto pertemuan itu terkait penjajakan Samad sebagai calon wapres untuk Jokowi.
Hasto juga menyebut dalam pertemuan itu ada tawaran bantuan penanganan kasus politisi PDIP, Emir Moeis. Kendati AS telah membantah pertemuan itu melalui jubir KPK, namun Supriansyah alias Anca, pemilik unit The Capital Residence, yang dijadikan tempat pertemuan itu, mengatakan sebaliknya. Anca telah diperiksa polisi dalam kasus ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




