Ahmad Yani: Penembakan Misterius terkait Pemilu Kada Aceh
Sabtu, 7 Januari 2012 | 17:33 WIB
Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani menilai penembakan Aceh tidak bisa begitu saja dilepaskan dari perhelatan Pemilu Kada Aceh dalam waktu dekat.
"Ini menjelang pemilu kada," kata Yani, ketika dihubungi Beritasatu.com, Jakarta, Sabtu (7/1).
Menurut Yani, penembakan misterius ini harus mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan. Apalagi, lanjut dia, korbannya tidak hanya orang Aceh, tapi juga para pendatang.
"Pertama yang harus diangkat bahwa yang menjadi korban bukan penduduk asli Aceh," tutur politikus PPP itu.
Ditambahkan Yani, Komisi III meminta Pemerintah khususnya DPRD, pemerintah daerah Aceh dan Komisi Independen Pemantau Pemilu (KIP) Aceh harus bisa menjadi pihak yang diandalkan dalam menindaklanjuti penembakan demi penembakan yang menurut polisi belum diketahui penyebabnya itu.
"Yang paling tahu soal Aceh ya siapa? Pasti orang Aceh sendiri," tukasnya.
"Ini menjelang pemilu kada," kata Yani, ketika dihubungi Beritasatu.com, Jakarta, Sabtu (7/1).
Menurut Yani, penembakan misterius ini harus mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan. Apalagi, lanjut dia, korbannya tidak hanya orang Aceh, tapi juga para pendatang.
"Pertama yang harus diangkat bahwa yang menjadi korban bukan penduduk asli Aceh," tutur politikus PPP itu.
Ditambahkan Yani, Komisi III meminta Pemerintah khususnya DPRD, pemerintah daerah Aceh dan Komisi Independen Pemantau Pemilu (KIP) Aceh harus bisa menjadi pihak yang diandalkan dalam menindaklanjuti penembakan demi penembakan yang menurut polisi belum diketahui penyebabnya itu.
"Yang paling tahu soal Aceh ya siapa? Pasti orang Aceh sendiri," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




