KDB Daewoo Sarankan Saham Ultra Jaya

Rabu, 18 Februari 2015 | 02:49 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Ilustrasi IHSG
Ilustrasi IHSG (Investor Daily / David Gitaroza)

Jakarta - Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar di ASEAN dengan jumlah penduduk sebesar 237.6 juta jiwa (2010). Sayangnya dengan jumlah penduduk sebesar itu, konsumsi susu cair per kapita Indonesia hanya sebesar 12.8 liter, jauh dibandingkan dengan konsumsi Filipina (22.1L), Thailand (33.7L) dan Malaysia (50.9L). Dari data tersebut, KDB Daewoo Securities menyimpulkan adanya potensi pertumbuhan yang signifikan untuk industri susu cair di Indonesia.

Dengan adanya potensi dari ketertinggalan konsumsi susu Indonesia dengan negara tetangga dan berkembangnya middle income household di Indonesia, KDB Daewoo memiliki view yang positif untuk industri susu di Indonesia. KDB merekomendasikan saham produsen susu dan ready to drink (RTD) minuman teh di Indonesia, yaitu PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

ULTJ memiliki tiga segmen usaha yaitu produk susu, teh dan minuman kesehatan serta lain-lain. Beberapa merek ULTJ yang dikenal pasar antara lain adalah Ultra Milk (dengan target konsumen dewasa dan anak-anak), Low Fat Hi Cal (untuk konsumen yang peduli kesehatan), Teh Kotak, Sari Asam dan Sari Kacang Ijo.

Sebagai pelopor dalam proses ultra-high temperature (UHT) di Indonesia, ULTJ merupakan market leader dengan pangsa pasar 47 persen untuk segmen susu cair UHT dan sekitar 61 persen dalam segmen teh ready to drink (RTD) dalam kemasan karton. Market share yang besar tersebut dapat tercapai karena ULTJ memiliki jaringan distribusi yang luas di antaranya 12 kantor perwakilan pemasaran di Pulau Jawa, 9 depo pemasok di Jawa, sekitar 70.000 titik penjualan di Pulau Jawa, sekitar 50 distributor di luar Pulau Jawa, dan 8 distributor di luar negeri.

Sebagai produsen susu, beban pokok penjualan ULTJ didominasi oleh biaya bahan baku seperti susu mentah, daun teh, gula, kemasan, dan susu bubuk. Biaya bahan baku mencapai sekitar 59.5 persen dari penjualan bersih (2013). Kabar baiknya, ULTJ tidak perlu khawatir mengenai pasokan susu murni untuk produk mereka karena ULTJ menjalin hubungan jangka panjang dengan sejumlah koperasi produk susu lokal, ULTJ memiliki hubungan yang kuat dengan Koperasi Peternak Bandung Selatan, yang merupakan koperasi peternak sapi perah di daerah Pangalengan, Jawa. ULTJ juga memiliki peternakan joint venture (JV) 50-50 dengan PT Karya Putrajaya Persada di Sumatera.

Meskipun sudah menguasai pasar, ULTJ tetap aktif dalam pengembangan produk baru. Tahun kemarin ULTJ mendirikan dua perusahaan patungan (Joint Venture) dengan Ito En. Satu perusahaan untuk memproduksi produk baru berupa teh hijau dengan merek dagang "Kiyora" dan satu perusahaan lainnya untuk menjual dan memasarkan produk baru.

Saat ini ULTJ diperdagangkan di 24.7x 2015F P/E, lebih rendah dari industri di mana consumer index diperdagangkan di 27.5x 2015F P/E.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon