ISL Ditunda Lantaran Baru 50 % Persyaratan Terpenuhi

Rabu, 18 Februari 2015 | 09:15 WIB
IC
B
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: B1
Menpora Imam Nachrawi (tengah) saat jumpa pers di Kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).
Menpora Imam Nachrawi (tengah) saat jumpa pers di Kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2). (Beritasatu.com/Iman Rahman Cahyadi)

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan pihaknya bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah bersikap proaktif dalam mendapatkan data yang diperlukan sebagai persyaratan menggelar Indonesia Super League (ISL) 2015.

Dikatakan Imam, BOPI bahkan telah mengirimkan surat permintaan kepada induk cabang olahraga termasuk didalamnya PT Liga Indonesia maupun klub profesional.

"Namun surat tersebut belum pernah direspons sampai kami mengirimkan kembali surat pada tanggal 6 Januari untuk mendapatkan informasi terkait manajemen organisasi, atlet-pelatih,legalisasi dan hal lain kepentingan verifikasi," ujar Imam dalam jumpa pers di Kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).

Namun diungkapkan Imam, ISl baru merespons pada tanggal 23 Januari 2015 dengan mengirimkan data administratif dan legal dari klub-klub dalam kuantitas yang sangat terbatas.

"Namun hingga tanggal 13 Februari data yang masuk kepada kami baru sekitar 3 persen. Kami lalu mencoba proaktif sehingga data yang diperoleh kini mencapai 50 persen," jelas Imam.

Lalu pada tanggal 16 Februari, BOPI baru menerima surat permohonan remendasi untuk melaksanakan kick off tanggal 20 Februari.

"Ini artinya surat permohonan mereka hanya berselang empat hari sebelum kick off. Sementara kebutuhan persyaratan baru 50 persen terpenuhi," katanya.

Atas alasan itulah Kempora dan BOPI tidak memberikan izin penyelenggaraan ISL tanggal 20 Februari ini. Mereka memberikan waktu selama dua pekan bagi ISL memenuhi persyaratan tersisa.

"Jika sampai waktu yang ditentukan persyaratan dipenuhi maka BOPI akan memberikan ijin rekomendasi tapi jika tidak maka kami akan pikirkan langkah selanjutnya," tambah Imam.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon