Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Umat Paroki Salib Suci Rayakan Imlek
Kamis, 19 Februari 2015 | 04:52 WIB
Jakarta - Perayaan hari raya Imlek tidak hanya identik dilaksanakan di Vihara, Klenteng atau Pekong. Imlek juga dirayakan umat Katolik Gereja Paroki Salib Suci, Cilincing, Jakarta Utara. Perayaan yang dilakukan sederhana pada Kamis (19/2) tersebut diawali ibadah misa layaknya ibadah rutin setiap hari Minggu.
Ketua panitia perayaan imlek tahun 2015 Gereja Salib Suci, Widiyoko (42), mengatakan perayaan imlek di Gereja Paroki sudah berlangsung sejak 10 tahun terakhir. "Paroki kami banyak warga Tionghoa, acara seperti ini untuk mengangkat inkulturasi di antara jemaat," ujar Widiyoko, Kamis (19/2) pagi
Menurut Widiyoko, perayaan Imlek dimulai dengan liturgi misa sejak pukul 08.00 WIB. Usai ibadah, langsung atraksi barongsai dari perkumpulan singa mas BSD-Serpong City. Dalam atraksi tersebut, barongsai berusaha menangkap angpaw yang digantung pada ketinggian tertentu yang melambangkan perjuangan dan keberhasilan. "Kemudian barongsai membagikan permen kepada anak-anak yang menyimbolkan kehidupan anak tersebut selalu manis dan berbakti pada orang tua," kata dia.
Dia mengugkapkan, perayaan Imlek di Gereja tahun ini lebih sederhana karena berbenturan dengan perayaan pra-paskah. "Hanya 500 jemaat saja yang datang, karena semalam hujan deras dan banjir di beberapa titik," tambah Widiyoko.
Widiyoko mengungkapkan Paroki Salib Suci memiliki 6.000 jemaat yang berada di 14 wilayah dan terbagi ke dalam 40 lingkungan. "Dari total jemaat tersebut, 25 persen etnis Tionghoa," lanjut Widiyoko.
Sementara Florentina Ninie (50) salah satu anggota dewan Paroki Salib Suci, mengatakan suasana kekeluargaan antar umat beragama sudah terjalin sejak lama. "Acara ini untuk menambah semangat kebersamaan, saling menghargai meski berbeda suku dan etnis," kata Floren.
Floren mengungkapkan, dalam misa perayaan Imlek hari ini, Romo Eko Nurbandrio CM, mengatakan meski tahun kambing bermakna kehidupan agak melambat, namun sebagai jemaat Kristiani harus memiliki iman yang teguh. "Inti khotbah pastur tadi menyiratkan agar umat tetap saling melayani mesksipun dalam kondisi sulit," ucap Floren.
Sedangkan, Afong (49) salah satu jemaat etnis Tionghoa di gereja tersebut, mengatakan tradisi perayaan imlek di Salib Suci membuatnya merasa senang dan bersyukur karena jemaat dari etnis lain mau mengikuti prosesi budaya Imlek. "Dengan perayaan seperti ini kami semakin dekat dan saling menghormati," kata Afong.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




