Menteri Marwan Ajak Mahasiswa Revitalisasi Kebangsaan
Selasa, 3 Maret 2015 | 23:27 WIB
Jakarta - Derasnya arus informasi yang sedemikian bebas sejalan dengan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi telah memberikan pengaruh pada rasa kebangsaan atau nasionalisme di kalangan generasi muda.
Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal danTransmigrasi, Marwan Jafar, kemajuan teknologi informasi yang begitu deras telah membawa kehidupan para generasi muda pada hiruk pikuk dinamika globalisasi. Secara disadari atau tidak, hal itu mendegradasi mental kepribadian generasi mudag sebagai anak bangsa.
"Meskipun belum nampak secara jelas, akan tetapi harus diakui bahwa saat ini telah mulai ada gejala dari menurunnya semangat dan rasa kebangsaan atau nasionalisme di kalangan generasi muda yang ditunjukkan dari semakin berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan nilai nilai budaya bangsanya sendiri," kata Marwan dalam keterangannya, Selasa (3/3).
Lebih lanjut, Marwan mengatakan, generasi muda perlu memiliki mental kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif dan bekerja keras, untuk dapat menjadikan bangsanya menjadi bangsa yang memiliki daya saing tinggi, sehingga dapat berada sejajar dengan bangsa bangsa lain.
"Sebab, generasi muda adalah komponen bangsa yang paling strategis posisinya dalam memainkan proses transformasi karakter dan tata nilai di tengah-tengah derasnya liberalisasi informasi di era globalisasi," katanya.
Oleh karena itu, seyogyanya ada upaya antisipasi untuk menyikapi kondisi tersebut. Pasalnya, jika generasi terus hanyut dalam arus kebebasan informasi tanpa memikirkan revitalisasi nilai-nilai kebangsaan, bukan tidak mungkin di masa depan bangsa ini akan menjadi bangsa yang berpendirian lemah yang pada akhirnya akan mudah dikendalikan oleh bangsa lain.
"Setidaknya, ada tiga peran penting yang dimiliki generasi muda dalam pembangunan karakter bangsa, di antaranya sebagai pembangun-kembali karakter bangsa, pemberdaya karakter dan sebagai perekayasa karakter,"beber Marwan.
Lebih jauh, Marwan menguraikan, generasi muda harus mampu membangun kembali karakter bangsa di tengah derasnya arus globalisasi, terutama ketika erosi karakter positif bangsa dihadapkan pada gejala penguatan mentalitas negatif, seperti malas, koruptif dan sebagainya.
Di samping itu, generasi muda saat ini juga dituntut untuk mengambil peran sebagai pemberdaya karakter dengan menjadi role model dari pengembangan karakter bangsa yang positif.
"Tetapi, pengembangan karakter positif bangsa juga menuntut adanya modifikasi dan rekayasa yang tepat disesuaikan dengan perkembangan jaman," urainya.
Semua hal itu disampaikan Marwan dalam acara Mukernas III Gerakan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Nasional, di UIN Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan, hari ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




