Jangan Asal "Veneer", Ketahui Efek Buruknya pada Gigi

Sabtu, 7 Maret 2015 | 16:37 WIB
H
WP
Penulis: Herman | Editor: WBP
Ilustrasi dokter gigi mengukur tingkat putih warna gigi pasiennya.
Ilustrasi dokter gigi mengukur tingkat putih warna gigi pasiennya. (Freedigitalphotos)

Jakarta - Untuk membuat warna gigi tampak lebih putih, banyak yang memilih prosedur veneer gigi dengan menggunakan bahan tertentu seperti komposit atau porselen.

Dari sisi estetika, hal ini mampu meningkatkan daya tarik seseorang. Namun perlu juga diketahui efek buruk yang ditimbulkan veneer gigi.

Guru Besar Tetap bidang Ilmu Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Endang Suprastiwi mengatakan, proses mengasah gigi yang umumnya dilakukan sebelum veneer bisa merusak struktur gigi dan mengurangi kemampuan proteksi email gigi.

"Prinsipnya itu kita tidak boleh mengambil jaringan gigi yang sehat, sementara ketika di-veneer biasanya ada proses asah gigi terlebih dahulu. Ini jelas membuat gigi rentan terhadap iritasi dari luar, jadinya lebih sensitif kalau sedang ngilu," papar Endang Suprastiwi di kampus UI Depok, Sabtu (7/3).

Ketika dilapisi bahan untuk veneer, kondisi gigi memang tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun menurut Endang, veneer yang merupakan pemutih "imitasi" umumnya tidak akan bertahan lama dan bisa terlepas. "Ketika terlepas dan di-veneer lagi, gigi akan kembali diasah. Proses ini akan terus berulang, sampai akhirnya email gigi atau lapisan terluar gigi tak mampu lagi memproteksi gigi bagian dalam," ujar Endang.

Veneer gigi pada awalnya dilakukan untuk merestorasi gigi. Tapi belakangan memang banyak masyarakat yang melakukannya untuk tujuan estetika, seperti membuat warna giginya tampak lebih putih, hingga membentuk gigi kelinci.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon