Kaltim Akan Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Maloy

Sabtu, 7 Maret 2015 | 16:55 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek
Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek (Istimewa)

Samarinda - Pemprov Kaltim kembali mempertegas kelanjutkan pembangunan Pelabuhan Internasional Maloy di Kabupaten Kutai Timur, sehingga pelabuhan yang sudah berfungsi mengangkut berbagai komoditas ini dapat terus dikembangkan.

"Saya kemarin sudah melakukan penandatanganan kesepakatan dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV guna meyakinkan komitmen bahwa pembangunan Pelabuhan Maloy terus dilanjutkan, apalagi sudah mendapat dukungan pemerintah pusat," ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Sabtu (7/3).

Sebelumnya, PT Pelindo IV juga sudah menuntaskan pembangunan Pelabuhan Kariangau di Balikpapan dengan hasil menggembirakan. Bahkan, Pelabuhan Kariangau juga telah diresmikan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012.

Menurut Awang, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kaltim yang di dalamnya terdapat Pelabuhan Internasional Maloy, merupakan kawasan strategis perdagangan sehingga dapat dijadikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi bukan hanya Indonesia, tetapi juga di Asia Timur.

Sedangkan untuk melengkapi pembangunan tersebut, masih dibutuhkan infrastruktur yang memadai, seperti mengembangkan pelabuhan yang sudah ada dan pembangunan industri hilir hingga hulu dari kelapa sawit.

Ia menambahkan beberapa kawasan industri seperti di Balikpapan, Samarinda, dan Bontang sudah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan tol mulai dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, hingga Maloy, termasuk jembatan tol dari Balikpapan ke Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy dipersiapkan menjadi pusat pengolahan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah beserta produk turunan, hingga sebagai pusat industri yang terintegrasi dengan pelabuhan berskala internasional.

KIPI Maloy merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional, bahkan dalam jalur interkoneksitas Kalimantan dan Sulawesi, yang dilalui jalur regional lintas trans-Kalimantan.

Konsep pembangunan KIPI Maloy adalah membangun klaster industri oleochemical dan pengolahan hasil tambang berskala internasional, demi meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan pekerjaan, dan peluang bisnis baru.

KIPI Maloy juga akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Trans Kalimantan Economic Zone (MTKEZ) dengan luas 32.800 hektare (ha).

MTKEZ merupakan salah satu lokasi khusus pembangunan koridor ekonomi Kalimantan yang akan menjadi bagian konektivitas pertumbuhan nasional.

MTKEZ merupakan integrasi KIPI Maloy seluas 5.305 ha, kawasan industri mineral Trans-Kalimantan Economic Zone (TKEZ) seluas 26.500 ha, dan kawasan industri kimia Batuta Coal Industrial Port (BCIP) seluas 1.000 ha.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon