Kebakaran Wisma Kosgoro, Hayono Isman Usul Bentuk Tim Independen

Kamis, 12 Maret 2015 | 12:45 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Hayono Isman (kiri) dan Kepala Dinas Damkar PB DKI Jakarta, Subejo.
Hayono Isman (kiri) dan Kepala Dinas Damkar PB DKI Jakarta, Subejo. (Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)

Jakarta - Pemilik Gedung Wisma Kosgoro, Hayono Isman, minta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membentuk tim independen untuk mengusut peristiwa kebakaran yang terjadi Senin (9/3) malam. Menurutnya, hasilnya bisa menjadi pembelajaran semua pihak untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa.

Hayono mengatakan, berdasarkan laporan dari pihak manajemen pengelola gedung, semua sistem dan peralatan terkait kebakaran yang ada di Wisma Kosgoro sudah memenuhi standar dari Pemprov DKI Jakarta.

"Saya dapat laporan dari manajemen, semuanya memenuhi permintaan dari Pemprov. Semua sudah dipenuhi. Mungkin karena miss komunikasi, sehingga pemberitaan berbeda" ujar Hayono, saat dihubungi Beritasatu.com, Jakarta, Kamis (12/3).

Kendati demikian, tambahnya, pihaknya juga ingin tahu versi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) DKI Jakarta.

"Tapi kami ingin tahu juga dari dinas. Kalau memang ada kelalaian, manajemen akan kita tindak. Namun, Pemprov juga harus melakukan tindakan tegas kalau ada kesalahan," ungkapnya.

Ia menyampaikan, semua masalah harus diselesaikan bersama-sama. Tidak bisa mengedepankan ego institusi masing-masing.

"Makanya, saya usul dibentuk tim independen untuk mengusut peristiwa ini. Kita diskusikan. Kalau ada kesalahan dari manajemen, kita koreksi. Ini bisa jadi pembelajaran buat kita semua," ungkapnya.

Namun menurutnya, jika sistem atau alat kebakaran di gedung tidak berjalan dengan baik, pasti gedung sudah terbakar habis. "Untung tidak ada korban," sebutnya.

Hayono menegaskan, peristiwa di gedung yang sudah berdiri sejak 1970-an itu dapat menjadi pembelajaran buat semua pihak, termasuk pihak Dinas Damkar PB dan pemerintah daerah.

"Kebakaran besar ini terjadi di Jalan MH Thamrin, jalan protokol. Proses pemadamannya menggunakan skylife yang baru digunakan. Ini alat canggih. Kalau tidak salah, baru dua kota yang menggunakan, yaitu Seol dan Jakarta. Namun skylife baru datang tiga jam. Saya ada di lokasi. Pertanyaannya, kenapa alat itu ada di Ciracas. Seharusnya ditaruh di dekat gedung tinggi. Saya juga lihat langsung sendiri, Damkar tidak masuk ke belakang, karena kabel banyak. Padahal awal kebakaran ada di belakang," paparnya.

Menurutnya, Pemda dapat belajar banyak dari kasus kebakaran ini. "Wisma Kosgoro hanya 20 lantai, namun membutuhkan waktu sekitar 10 jam lebih. Padahal di ibu kota banyak gedung tinggi. Ada yang 40 lantai lebih," katanya.

Hayono menambahkan, kebijakan pembinaan petugas Damkar juga perlu dikaji kembali.

Terkait kerugian, Hayono mengaku belum mengetahuinya. Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan.

"Belum tahu persis jumlah kerugian. Kami juga belum boleh masuk, ada police line. Labfor sedang menjalankan penyelidikan. Saat ini kantor-kantor di sana masih libur," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon