Pentingnya Menjaga Kebersihan Gigi Bagian Belakang

Sabtu, 14 Maret 2015 | 17:29 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER

Apakah gigi bagian belakang Anda berlubang? Jika ya, berarti kebersihan gigi belakang Anda kurang terjaga dengan baik. Ini karena biasanya gigi bagian belakang selalu luput dibersihkan setiap menyikat gigi. Alhasil, plak di bagian belakang menumpuk dan membuat gigi berlubang.

Data dari British Dental Journal (189, 2000) menyebutkan, 85 persen gigi berlubang ditemukan di gigi bagian belakang. Gigi bagian belakang juga memiliki kemungkinan dua kali lebih besar terkena karies (Adult Dental Health Survey, Oral Health in the United Kingdom in 1998-Office for National Statistics-2000). Ketika tidak dibersihkan dengan cermat, sisa makanan akan membusuk dan membuat gigi berlubang.

Ahli konservasi gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Dr Ratna Meidyawati drg SpKG(K) menjelaskan, gigi bagian belakang dua kali lebih besar terkena karies. Bahkan 85 persen karies terjadi pada gigi belakang. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mengenai tingkat keparahan karies di Indonesia untuk usia di atas 12 tahun mencapai 4,6 gigi. Artinya, keadaan di Indonesia rata-rata anak usia 12 tahun mempunyai empat gigi yang berlubang. Penelitian di RSKGM FKGUI (2014) periode tahun 2009-2013 juga menyebutkan, sebanyak 82,49 persen penyakit pulpa lanjutan karies terjadi pada gigi bagian belakang.

Menurut drg Ratna, karies pada gigi belakang terjadi karena adanya akumulasi plak pada gigi belakang. Hal tersebut disebabkan anatomi rongga mulut yang sempit, permukaan gigi belakang yang memiliki banyak alur dan celah, serta letak gigi di belakang yang mempersulit pembersihan gigi bagian belakang. Di samping itu, dibandingkan dengan gigi lainnya, gigi belakang merupakan yang pertama kali tumbuh, sehingga lebih lama berkontak dengan makanan.

Sedangkan lubang pada gigi umumnya disebabkan pertemuan antara bakteri dan gula. Bakteri yang terdapat pada mulut akan mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam dan menyebabkan lingkungan gigi menjadi asam. Asam inilah yang akhirnya membuat lubang pada lapisan email atau lapisan terluar pada gigi. Kemudian, lubang kecil pada email selanjutnya dapat menjadi sisa makanan, dan adanya bakteri akan membuat lubang semakin besar hingga mencapai dentin dan saraf.

"Biasanya prosesnya bertahun, yaitu dari email ke dentin dan saraf. Saat sudah mencapai saraf, maka akan mulai terasa berdenyut, sakit luar biasa. Jadi bukan karena tidak sakit gigi sekali bisa langsung jadi lubang. Ini penyakit kronis yang lama munculnya," ungkap drg Ratna, di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk itu, lanjut drg Ratna, pembersihan akumulasi plak gigi sangat penting untuk pencegahan penyakit gigi mulut, dan alat utama untuk kontrol plak adalah sikat gigi. Sehingga dibutuhkan sikat gigi yang bisa mengikuti kontur mulut manusia sehingga dapat menjangkau dan membersihkan gigi bagian belakang secara optimal.

"Menjaga kebersihan mulut yang baik melalui menyikat gigi pada semua permukaan adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah kerusakan gigi, terutama gigi belakang," jelas dia.

Menjawab kebutuhan tersebut, Brand Manager Toothbrush and Mouthwash PT Unilever Indonesia Tbk, Nando Kusmanto mengatakan, pihaknya terus berinovasi mengeluarkan produk sikat gigi dengan leher tiga sudut yang dapat membantu menjangkau dan membersihkan gigi bagian belakang lebih optimal, yaitu Pepsodent Deep Clean.
Selain memiliki keunggulan leher tiga sudut, juga dilengkapi bulu sikat berbentuk V yang unik untuk membersihkan sela-sela gigi secara menyeluruh, serta pembersih lidah dengan karet yang lunak pada bagian belakang kepala sikat yang untuk memberikan napas lebih segar.

Sementara itu, Head of Professional Relationship Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, Drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc menambahkan, sikat gigi dengan leher tiga sudut terinspirasi dari peralatan dokter gigi. GV Black yang dikenal sebagai bapak kedokteran gigi modern menunjukkan bahwa bagian leher peralatan dokter gigi dapat memakai lebih dari 2 sudut untuk mendekatkan bagian ujung sehingga sejajar dengan sumbu gagangnya. Keuntungan yang didapatkan adalah meningkatkan kestabilan dan keseimbangan, serta meningkatkan jangkauan.

"Kami juga telah melakukan tes penggunaan sikat gigi kepada konsumen. Sikat gigi dengan bentuk leher tiga sudut terbukti lebih efektif secara signifikan membersihkan plak dibandingkan sikat gigi lurus biasa, baik pada semua gigi, molar, maupun permukaan lingual," tambah Drg Mirah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon