Mendagri Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Lee Kuan Yew
Senin, 23 Maret 2015 | 15:54 WIB
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menyatakan duka cita atas wafatnya mantan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Kuan Yew.
"Atas wafatnya mantan PM Singapura Lee Kuan Yew, sebagai pribadi dan sebagai Mendagri, saya menyampaikan duka cita. Semoga beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Tjahjo di Jakarta, Senin (23/3).
Menurut Tjahjo, Lee Kwan Yew adalah sosok seorang pemimpin yang mampu mengubah wajah negara Singapura dari negara kecil menjadi negara maju di berbagai aspek kehidupan.
Tjahjo mengakui Lee Kuan Yew sangat dikenal di Indonesia. "Membangun persahabatan dengan Indonesia dimulai semasa pemerintahan Presiden Soeharto. Mr Lee mampu meletakkan dasar sebuah proses pergantian pimpinan negara Singapura dengan baik," pujinya.
"Gaya kepemimpinan Mr Lee bisa dikatakan keras menerapkan disiplin tinggi bagi warganya. Mr Lee juga membangun Singapura dalam perencanaan jangka panjang yang matang dan terencana sebagai negara yang maju di bidang ekonomi, perbankan dan pariwisata, serta negara transit yang modern," tambah Tjahjo.
Dia menambahkan, masyarakat Singapura tentu merasa kehilangan atas wafatnya Lee. "Mr Lee akan selalu dikenang oleh warga Singapura sebagai pemimpin yang membawa Singapura sebagai negara yang diperhitungkan di dunia, khususnya di kawasan Asia," pungkas mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Seperti diketahui, Lee meninggal dunia pada Senin (23/3) dini hari di Singapore General Hospital dalam usia 91 tahun. Sejak 5 Februari 2015, bapak pendiri Singapura ini telah dirawat di rumah sakit tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




