Gunakan APBD 2014, Basuki Pastikan Tak Ada Pos Anggaran Dikorbankan

Selasa, 24 Maret 2015 | 18:29 WIB
DP
B
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: B1
Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) berdiskusi dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (kanan) usai pertemuan tertutup dengan Wapres Jusuf Kalla membahas APBD DKI di Kantor Wapres, Jakarta, 23 Maret 2015
Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) berdiskusi dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (kanan) usai pertemuan tertutup dengan Wapres Jusuf Kalla membahas APBD DKI di Kantor Wapres, Jakarta, 23 Maret 2015 (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Walau menggunakan anggaran perubahan 2014 untuk digunakan tahun 2015 ini, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memastikan tidak akan ada pos-pos anggaran yang sudah disusun untuk dikorbankan. Justru, DKI akan kelebihan uang dengan membuang program-program tak penting.

"Tidak ada yang dikorbankan (pos anggaran). Kami kelebihan duit nanti. Karena kami buang soal sosialisasi, kunjungan kerja, itu kami tidak mau lagi," ujar Basuki di Balai Kota, Selasa (24/3).

Ia mengatakan, program-program seperti itu akan dihapuskan mengingat pihaknya akan lebih memprioritaskan belanja modal serta belanja barang dan jasa yang lebih besar.

"Lihat saja nanti saat evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) akan terbuka semuanya," katanya.

Ia mengatakan, dalam APBD 2014 yang digunakan tahun 2015 ini pun sudah tidak berbicara mengenai item. Sebab item-item atau kegiatan yang dijalankan adalah yang sudah disusun di APBD 2015 dan hanya jumlah total uang di anggaran 2014 saja yang digunakan.

"Isinya (dijalankan atau tidak), tergantung kami dan evaluasi dari Kemdagri," terangnya.

Nanti, dalam evaluasi yang akan dilakukan selama 15 hari terhitung Senin (23/3) kemarin, jelas Basuki, akan ditafsirkan secara jelas, misalnya karena pagu belanja langsung 2014 senilai Rp 63 triliun sedangkan tahun 2015 seniali Rp 65 triliun sehingga ada Rp 3 triliun yang tersisa.

"Nanti ditafsirkan. Apakah pakai total APBD atau anggaran belanja saja. Justru ini enak. Belum pernah kejadian kan? Kalau belum pernah kejadian, belum ada aturan, ciptakan aturan untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan kita," tegas Basuki.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon