BOSF Sediakan Program Adopsi Orangutan

Sabtu, 14 Januari 2012 | 17:14 WIB
FS
B
Penulis: Fidelis E. Satriastanti/SIT | Editor: B1
Tiga orangutan muda bersama pengasuhnya, di sekolah orangutan milik BOSF di Kutai, Kaltim.
Tiga orangutan muda bersama pengasuhnya, di sekolah orangutan milik BOSF di Kutai, Kaltim. (Antara/Regina Safri)
Memelihara orangutan sebagai hewan peliharaan adalah melanggar hukum, terkecuali jika melalui program adopsi denga beragam pilihan seperti yang disediakan BOSF.

Pihak Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), lembaga yang selama ini aktif dalam upaya penyelamatan orangutan, khususnya di Kalimantan, mengaku punya opsi lain dalam rangka menyelamatkan nasib satwa langka Indonesia itu.

"Kita ada program adopsi orangutan di BOSF. Siapa saja bisa memilih orangutan yang mau diadopsi. Ada kok di website kita," kata Jamartin Sihite, Kepala BOSF, saat mengunjungi klinik bayi orangutan di komplek Sambodja Lestari, Kalimantan Timur (Kaltim).

Jamartin mengatakan bahwa program adopsi itu bisa diambil secara perorangan atau bersama-sama (shared adoption). "Ada yang prime adoption dengan Rp 1,4 juta per tahun (USD 160). Tapi, kebanyakan orang memang agak berat kalau bayar segitu langsung. Kita akhirnya tawarkan paket Rp 350 ribu per tiga bulan, karena kan nggak terlalu berat," jelasnya.

"Kita juga ada shared adoption. Jadi, satu orangutan bisa diadopsi oleh kelompok. Kita sedang push paket tiga bulan ini. Yah, mending mengadopsi orangutan ketimbang habis di mall," lanjut Jamartin pula setengah berpromosi.

Selain kedua paket tersebut, BOSF menurut Jamartin, juga menyediakan paket enam bulan seharga Rp 700,000. Dalam program ini, para pengadopsi disebutkan akan diberikan sertifikat adopsi, foto orangutan yang diadopsi, latar belakang orangutan yang diadopsi, serta kabar terbaru minimal enam bulan sekali.

Sementara untuk masa adopsi, minimal disebutkan adalah selama satu tahun, hingga maksimal dilepaskan ke habitat alaminya. "Jadi, kalau mereka tidak mau melanjutkan adopsi, ya, tidak apa-apa. Kita kan nggak bisa memaksa untuk melanjutkan," ujar Jamartin lagi.

Saat ini, Jamartin menyebut bahwa ada sekitar 850 orangutan yang berada di bawah rehabilitasi BOSF. Dimana sebanyak 200 orangutan berada di pusat rehabilitasi di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah (Kalteng), serta 650 orangutan berada di Sambodja Lestari, Kaltim.

Biaya dari program adopsi itu sendiri, disebut akan digunakan untuk biaya makan dan pengobatan orangutan yang membutuhkan dana USD 3.500 per orangutan per tahunnya. "Itu saja belum termasuk biaya pengobatan khusus kalau mereka sakit, ya," jelas Aschta Boestani Tajudin, Program Manager BOSF Regional Kaltim pula.

"Makanya, saya sangan tidak 'keen' kalau orangutan dirawat oleh manusia. Mereka akan ingat perilaku dan menirukan kita. Itu susah sekali untuk bisa dikembalikan, serta butuh biaya besar dan waktu yang lama," tukas Aschta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon