Basuki Bakal Keluarkan Rp 1,35 T untuk Sistem Rupiah Per Kilometer

Jumat, 27 Maret 2015 | 14:14 WIB
DP
B
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: B1
Sebuah kopaja memasuki terminal Blok M, Rabu (21/8)
Sebuah kopaja memasuki terminal Blok M, Rabu (21/8) (Beritasatu.com/Amadea HS/Amadea HS)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akan mengeluarkan Rp 1,35 triliun untuk Public Service Obligation (PSO) penerapan sistem Rupiah per kilometer. Sistem ini untuk seluruh bus-bus angkutan umum di Jakarta.

Biaya tersebut dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI. Ia menargetkan, sistem Rupiah per kilometer akan selesai seluruhnya tahun 2016 mendatang.

"PSO itu gini, warga tidak membayar penuh biaya sesungguhnya. Nah itu akan dibayar oleh pemerintah. Karena tidak mungkin naik bus tarif Rp 3.500 sekarang, naik di mana saja turun di mana saja. Nah kekurangan itu di bayar oleh pemerintah," ujar Basuki di Balai Kota, Jumat (27/3).

Saat ini warga yang akan naik bus Transjakarta harus berpikir ulang karena harus membayar double, saat masuk halte bayar Rp 3.500 dan memilih naik Kopaja AC yang terintegrasi Rp 6.000. Dengan sistem Rupiah per kilometer nanti mereka akan tetap membayar Rp 3.500 saat masuk halte saja.

"Semua bus akan ikut permainan ini, jadi pakai rupiah per kilometer. Jadi nanti tidak akan ada lagi yang bilang kalau siang tidak mau pakai bus karena menunggu lama," ujarnya.

Saat ini, katanya, untuk menentukan nilai Rupiah per kilometer itu sendiri akan dilakukan lelang terlebih dahulu. Apabila sudah ada yang menang lelang, maka armada lain pun akan mengikuti.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon