Masyarakat Pemerhati Pendidikan Malang Cari Dana untuk Siswa di Pedalaman
Senin, 6 April 2015 | 08:35 WIB
Malang - Sebanyak 40 mahasiswa dan pekerja dari berbagai bidang, yang berlatar belakang ilmu kependidikan dan tergabung dalam Komunitas 1.000 Guru (K-1000-G) Regional Malang, Jawa Timur menggalang dana untuk mengajar di daerah pedalaman, dengan cara menjual stiker dan pin di Jalan Ijen Kota Malang, Minggu (5/4).
Rencananya, K-1000-G Regional Malang, yang baru terbentuk awal 2015 itu akan mengadakan teaching and traveling (TNT), pada 18 April 2015.
"Kami masih punya dua opsi, antara sekolah terpencil di daerah Kecamatan Singosari atau kawasan Gunung Kawi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang," ujar Galuh Windang Nuraulia (20), tim kreatif, Malang, Minggu (5/4).
Mereka yang tergabung dalam komunitas peduli pendidikan itu karena memiliki keprihatinan yang sama terhadap minimnya fasilitas dan hiburan dalam pendidikan di sejumlah daerah, utamanya daerah pedalaman yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota.
K-1000-G Regional Malang sudah mengawali kiprahnya dengan kegiatan TNT di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhlas, Pantai Kondangmerak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang bagian selatan, 7 Maret 2015. Selain melaksanakan TNT, K-1000-G juga memberikan sumbangan berupa satu set perlengkapan sekolah, seperti tas, pensil, buku tulis, dan buku bacaan, serta peralatan penunjang pendidikan lainnya.
Menurut Galuh, pengajaran akan dilakukan satu hari, dengan teknik fun teaching untuk semua mata pelajaran umum dan pengembangan kepribadian. "Konsepnya adalah penyampaian materi pelajaran yang paling dibutuhkan di sekolah itu. Biasanya untuk materi cita-cita, kami menyampaikan lewat media balon harapan," ujarnya.
Sedangkan traveling dilakukan sebagai bonus hiburan bagi tim (komunitas), dengan mengunjungi tempat-tempat yang ada di pedalaman. K-1000-G Regional Malang, merupakan kumpulan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi maupun warga dari berbagai profesi, yang berlatar belakang lulusan ilmu kependidikan di Malang. "Untuk 18 April mendatang, kami menyelenggarakan kegiatan bulanan TNT di Singosari atau Gunung Kawi," tambah Galuh.
Menurut Isma Awali (19), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) maupun Meida Rosani (21), mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM), pengalaman mereka mengajar di pedalaman, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua sangat berkesan. Mereka akan menghadiri pertemuan anggota K-1000-G se-Indonesia yang dilaksanakan di Lampung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




