Gubernur Junaidi Hamsyah Sidak Pelaksanaan UN di Bengkulu Tengah

Senin, 13 April 2015 | 20:17 WIB
U
B
Penulis: Usmin | Editor: B1
Ilustrasi Ujian Nasional
Ilustrasi Ujian Nasional (Antara/Lucky.R)

Bengkulu - Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, Senin (13/4) melakukan sidak ke sejumlah sekolah di Bengkulu Tengah untuk melihat dari dekat pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK hari pertama.

Dalam sidak ke Bengkulu Tengah, Gubernur Junaidi menyaksikan langsung pelaksanaan UN di SMA Talang Empat, SMK Pondok Kelapa, MAN dan SMA 2 Taba Penanjung.

Gubernur Junaidi mengimbau kepada para siswa peserta UN SMA/SMK di Bengkulu Tengah akan mengedepankan kejujuran dalam mengerjakan soal UN dan percaya diri, sehingga soal dapat dijawab dengan baik.

Selain itu, Gubernur Junaidi mengimbau agar siswa mengerjakan soal-soal yang dianggap mudah lebih dulu. "Saya berpesan siswa sebaiknya mendahulukan jawaban yang dianggap mudah, sehingga soal yang ada dapat terjawab dengan baik ketika waktu habis," ujarnya.

Sebab, kalau soal yang mudah dapat dijawab lebih dahulu, maka masih ada waktu untuk mengerjakan soal yang dianggap sulit. "Sebenarnya kalau siswa mempersiapkan diri dengan baik, maka apapun jenis soal yang diujikan dapat dijawab dengan baik," ujarnya.

Meski demikian, Gubernur Junaidi berharap kepada peserta UN SMA/SMK di Bengkulu, agar tetap bersikap jujur dan tidak melakukan kecurangan. Sebab, kalau terbukti melakukan kecurangan akan diberikan sanksi oleh pegawas.

Karena itu, kerjakanlah soal UN sesuai kemampuan dan harus percaya diri. "Kalau percaya maka soal yang dijawab insyah allah benar semua, sehingga akan memperoleh nilai UN yang bagus," ujarnya.

Sebelumnya, Panitia UN Provinsi Bengkulu, Budiyanta mengatakan, sejauh ini pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK hari pertama di 10 kabupaten dan kota berjalan baik dan lancar.

"Sampai sekarang kita belum mendapat laporan dari kabupaten dan kota terjadi kecurangan pelaksanaan UN SMA/SMK di daerah ini. Demikian pula soal kebocoran soal belum ada laporan masuk ke Disdikbud Bengkulu," ujarnya.

Budiyanta berharap pelaksanaan UN SMA/SMK di Bengkulu berjalan lancar dan sukses. "Kita berharap sampai berakhir pelaksanaan UN SMA/SMK di Bengkulu tidak ditemukan kasus, terutama soal kebocoran kunci jawaban UN," ujarnya.

Terkait isu ada siswa di Bengkulu Utara membeli kunci jawaban soal UN, Budiyanta mengatakan, itu isu tidak perlu ditanggapi. Sebab, pengamanan soal UN cukup ketat, sehingga tidak ada celah bagi oknum untuk melakukan kecurangan.

Soal UN di kecamatan dititipkan di Mapolsek setempat, sehingga tidak ada celah untuk melakukan kecurangan. Karena itu, isu jual kunci UN jawaban di Bengkulu tidak perlu ditanggapi, katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon