Persebaya Akan Gugat Pembekuan PSSI, Arema "No Comment"

Selasa, 21 April 2015 | 06:43 WIB
AS
FB
Penulis: Aries Sudiono | Editor: FMB
Ribuan suporter Persebaya 1927 melakukan aksi unjuk rasa saat diadakannya Kongres Luar Biasa PSSI di Embong Malang, Surabaya, Jawa Timur, 18 April 2015.
Ribuan suporter Persebaya 1927 melakukan aksi unjuk rasa saat diadakannya Kongres Luar Biasa PSSI di Embong Malang, Surabaya, Jawa Timur, 18 April 2015. (Antara/Didik Suhartono)

Surabaya - Keputusan pembekuan PSSI oleh Kemenpora direaksi negatif Asprov PSSI Jatim karena berdampak luas terhadap kegiatan sepakbola nasional dan menimbulkan keresahan insan sepakbola, terutama di Jatim. Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhanudin menjelaskan, dalam Surat Keputusan Menpora disebut seluruh kegiatan keolahragaan PSSI tak diakui alias dibekukan. Namun, Diktum di bawahnya, disebut seluruh pertandingan ISL, Divisi Utama, Divisi I, II, dan III tetap berjalan dengan supervisi KONI dan KOI bersama Asprov PSSI dan klub.

"Ini surat sangat kontradiktif, karena di satu sisi tak aktif, tapi di sisi lain kegiatan kompetisi tetap jalan dengan supervisi," ujar Amir Burhanudin dalam keterangannya, Senin (20/4). Dengan keputusan untuk supervisi, pihaknya mengaku bingung bagaimana harus berkoordinasi dengan KONI, bukan PSSI. Pihaknya sampai saat ini tak punya gambaran tentang mekanisme koordinasi ke-KONI dan KOI.

Adanya keputusan ini, diakuinya memunculkan keresahan pada insan sepakbola di Jatim. Ini terlihat dengan banyaknya pengurus klub menanyakan kelanjutan Piala Nusantara. Ada juga yang menanyakan tentang kursus wasit dan kegiatan lain. "Mereka rata-rata menanyakan apakah event atau kegiatan itu berlanjut atau tidak. Ini jelas bentuk keresahan insan sepakbola," ujar Amir lagi.

Menurut dia, seharusnya Kemenpora tak asal hantam kromo membekukan PSSI karena seluruh kegiatan persepakbolaan juga terganggu. Jika memang bermasalah pada ISL, maka yang menjadi fokus pembenahan adalah ISL, bukan PSSI. "Untuk itulah, kami menunggu kebijakan dari Kemenpora, setelah pengurus baru PSSI menemui Menpora," ujarnya.

Sementara itu Manajemen Persebaya menyatakan marah pascaditerbitkannya keputusan Menpora Imam Nahrawi yang membekukan PSSI. Salah satunya, menyiapkan gugatan ke meja hijau jika sampai Persebaya yang berada di bawah PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB), tidak diikutkan kompetisi.

CEO Persebaya Gede Widiade mengaku siap memperkarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) karena mencekal Persebaya ikut di kompetisi Indonesia Super League (ISL). "Sepak bola itu hajat hidup saya. Yang bisa memberhentikan saya bermain bola hanya Tuhan," ujar pengusaha asal Surabaya itu menyikapi pencekalan PSSI oleh Menpora. Peluang Persebaya untuk bisa kembali bertanding di kompetisi ISL 2015 diakuinya amat berat setelah PSSI dibekukan Kemenpora.

Salah satu alasan Menpora membekukan PSSI lantaran memberikan Persebaya dan Arema Cronus ikut dalam kompetisi ISL (QNB League) yang baru bergulir dua pekan. Bedanya, peluang Arema untuk tetap melanjutkan kompetisi lebih besar karena sudah melakukan rekonsilasi. Sebaliknya, Persebaya belum ada pertemuan apa pun antara Persebaya PT MMIB dengan Persebaya PT Persebaya Indonesia (PI) di bawah komando Komisaris Saleh Ismail Mukadar.

"Saya pasti menempuh jalur hukum. Saya orang hokum, pengacara dan punya law firm. Saya kalau tidak main di lapangan hijau, ya main di meja hijau. Itu pasti. Tunggu saja tanggal mainnya," ujar lelaki asal Wonokromo, Surabaya itu. Bukan hanya Kemenpora dan BOPI saja yang bakal dituntut, namun juga akan menggugat PSSI dan PT Liga Indonesia (LI) jika tak lagi menjalankan kompetisi ISL 2015. Kalau PSSI dan PT Liga Indonesia tidak menjalankan kompetisi, saya juga akan tuntut mereka," tandas Gede.

Gugatan itu dilayangkan karena Gede merasa hak-hak Persebaya untuk ikut kompetisi ISL 2015, telah dikebiri. "Verifikasi BOPI di Bogor sudah saya penuhi. Saya tidak bilang ini politis, tapi ini mendiskreditkan kami," tandas dia lagi sambil membenarkan, meskipun nasib kompetisi belum jelas, tim Persebaya sendiri masih terus melakukan persiapan. Salah satunya, kembali menggelar laga uji coba dengan tim Liga Nusantara.

Sekretaris Tim Persebaya, Rahmad Sumanjaya menambahkan, bahwa sesuai saran ajuan dari Pelatih Pesebaya, Ibnu Grahan, tim harus tetap melakukan kegiatan selama masa jeda kompetisi ISL 2015. Namun demikian, turunnya surat pembekuan dari Menpora Iman Nahrowi bisa dikatakan sebagai sejarah baru bagi persepakbolaan nasional yang selama ini diwarnai kekisruhan dan anjloknya prestasi.

Sementara untuk klub Arema Cronus Indonesia, menurut Media Officer Arema Sudarmaji, buat Singo Edan sudah clear, sehingga kalau Menpora menerbitkan pembekuan PSSI, hal itu bukan karena Arema, karena sudah melaksanakan apa yang dikehendaki Kemenpora dan BOPI.

"Di Arema tidak ada dualisme kepemilikan. Kami sudah melakukan rekonsiliasi sebagaimana surat yang ditandatangani lima tokoh pengurus Yayasan Arema," katanya sambil menolak memberikan tanggapan atas sikap Menpora (membekukan PSSI) karena merasa sudah memenuhi harapan BOPI dan Menpora

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon