Pendukung PSM Akan Demo Menpora

Jumat, 8 Mei 2015 | 23:52 WIB
MS
YD
Penulis: M Kiblat Said | Editor: YUD
Pemain PSM Makassar
Pemain PSM Makassar (Istimewa)

Makassar - Para supporter PSM Makassar mengancam akan melakukan aksi besar-besaran untuk menggugat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora). Aksi tersebut dilakukan untuk meninjau kembali keputusan Menpora yang telah membekukan PSSI dan menghentikan segala aktivitas terkait persepakbolaan.

Supporter Pasukan Ramang, PSM, Jumat (8/5) menyatakan akan melakukan aksi gabungan di kantor Kemenpora, menuntut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meninjau kembali keputusannya dan segera mencarikan solusi agar aktivitas persepakbolaan kembali berjalan.

"Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi itu telah menghancurkan dunia persepakbolaan di Tanah Air dan menimbulkan kerugian besar kepada semua klub yang sedang berlaga," kata Herry Patty, Panglima Supporter PSM.

Ancaman serupa juga disampaikan Presiden The Macz Man, Ocha Alim yang memiliki ribuan supporter fanatik tim Ayam Jantan dari Timur itu, baik di Makassar maupun di berbagai kota lainnya. Ocha telah mempersiapkan supporter untuk berangkat ke Jakarta, melakukan aksi ke kantor Kempora.

"Kalau dalam waktu dekat belum juga ada kepastian liga berlanjut, kami akan berangkat ke Jakarta, berdemo ke kantor Kempora dan menuntut Nahrawi mundur," tegasnya.

Kekecewaan para pemain PSM juga dikemukakan Kapten PSM Makassar, Syamsul Chaeruddin. "Keputusan itu membuat sepakbola kita mundur, padahal banyak pemain menggantungkan hidup di klub, karena kesewenang-wenangan pemerintah menghentikan kompetisi LSI, akibatnya semua pemain ikut merasakan penderitaan dan sudah pasti sumber rejeki juga terputus," tegasnya.

Direktur PSM Makassar, Sumirlan juga menyayangkan keputusan tersebut karena sangat merugikan klub yang tengah gencar-gencarnya mengikuti kompetisi Indonesia Super League/QNB League 2015.

Menurutnya, akibat pembekukan PSSI dan pelarangan seluruh aktivitasnya, mengakibatkan manajemen PSM harus menanggung kerugian lebih Rp 10 miliar, sementara sponsor belum dapat diharapkan karena terhentinya ISL 2015.

Kerugian tersebut meliputi pengeluaran sejak masa persiapan hingga LSI yang sedang berjalan, manajemen tim Ayam Jantan dari Timur membayar kontrak pemain dan pelatih, mengeluarkan berbagai biaya tim selama LSI berjalan di kota lain, sedangkan hasil yang diperoleh dari laga yang berlangsung selama ini belum mampu menutupi pengeluaran.

Sebelumnya, tim juga telah mengeluarkan biaya yang sangat besar termasuk biaya untuk membenahi Stadion Mattoanging Gelora Andi Mattalatta yang dijadikan markas PSM. "Tidak kurang dari Rp 10 miliar kerugian manajemen PSM dari awal hingga kompetisi ISL dihentikan," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon