Pemkot Semarang Kekurangan Dana untuk Bangun Kembali Pasar Johar
Senin, 11 Mei 2015 | 15:11 WIB
Semarang - Pemerintah Kota (pemkot) Semarang akan meminta bantuan pemerintah pusat untuk membangun kembali Pasar Johar. Saat ini, dana yang dimiliki yaitu sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari APBD Kota Semarang dirasakan masih sangat kurang.
"Untuk kebutuhan revitalisasi dan pembangunan kembali masih kami bicarakan dengan pemerintah provinsi dan pusat. Gubernur sudah menyatakan siap untuk membantu," ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Senin (11/5).
Untuk konstruksi bangunan, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mempercayakan kepada kontraktor. Jika memang bisa dipertahankan sebagai cagar budaya, maka akan dipertahankan semaksimal mungkin.
"Namun jika tidak bisa dipertahankan, terpaksa dibongkar. Kami juga akan melibatkan tim cagar budaya dan pakar untuk formulasi teknis apakah kebakaran seperti itu akan berpengaruh pada konstruksi," ujarnya.
Kerugian akibat kebakaran yang melanda Pasar Johar, Sabtu (9/5) malam, mencapai ratusan miliar. Hendi mencatat kerugian total akibat kebakaran musibah tersebut adalah Rp 376.429.200.000. Dengan rincian Rp 60 miliar adalah kerugian fisik, sedangkan sekitar Rp 316 miliar adalah barang dagangan.
Pemkot menargetkan Pasar Johar bisa kembali pulih tiga hari sebelum puasa Ramadan tahun ini. "Saat ini kami tengah melakukan pemilihan kontraktor yang mampu bekerja cepat. Ini dilakukan agar pedagang tetap bisa berjualan," tegas Hendi.
Saat ini ada tiga tempat milik pemerintah yang mungkin bisa ditempati secara cepat, yakni gedung parkir Kanjengan, Pasar Bulu lantai tiga dan Pasar Ikan Higienis Rejomulyo.
"Kalau tempat lain seperti Matahari yang terletak di depan Pasar Johar itu milik swasta, tapi akan kami bantu," paparnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, berjanji akan memberikan bantuan kepada korban kebakaran Pasar Johar. Saat bertemu Hendi, Supriyatno menyatakan, pihaknya siap membantu pemkot dan para pedagang Pasar Johar.
"Bank Jateng adalah bank milik pemerintah daerah. Sebuah kewajiban bagi kami untuk ikut membantu masyarakat Semarang," ujar Supriyatno.
Bank Jateng kata dia berkomitmen memberikan bentuk permodalan dengan proses cepat dan bunga ringan. Untuk rincian lebih lanjut mengenai jaminan keamanan pinjaman, dia mengaku belum membahasnya secara rinci.
"Yang penting masyarakat terbantu terlebih dahulu. Kami juga akan menggandeng Dinas Pasar Kota Semarang agar bantuan yang kami berikan tepat sasaran," tegasnya.
Khusus bagi nasabah Bank Jateng yang menjadi korban kebakaran, pihaknya akan mengubah jadwal penarikan tagihan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




