Setengah dari Truk Sampah di Jakarta Utara Rusak Berat

Selasa, 12 Mei 2015 | 12:35 WIB
CF
WP
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: WBP
Sejumlah bangkai truk sampah milik Dinas Kebersihan Jakarta Utara terlantar di halaman kantor instansi tersebut di jalan Alur Laut, Koja, Jakarta Utara, 12 Mei 2015.
Sejumlah bangkai truk sampah milik Dinas Kebersihan Jakarta Utara terlantar di halaman kantor instansi tersebut di jalan Alur Laut, Koja, Jakarta Utara, 12 Mei 2015. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Kondisi armada truk pengangkut sampah di Jakarta Utara dalam kondisi sangat memprihatikan. Dari 178 truk yang dimiliki pemkot, hampir setengahnya atau 85 truk rusak parah dan tidak dapat dioperasionalkan.

Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara, Bondan Diah Ekowati,‎ mengatakan pihaknya saat ini kewalahan untuk menangani masalah sampah karena minimnya armada. "Sebagian besar armada berusia lebih dari 20 tahun, dan kebanyakan spare part untuk jenis kendaraan tersebut tidak tersedia di pasaran," ujar Bondan, Selasa (12/5) saat ditemui di kantornya di Jalan Alur Laut, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Dari total 85 armada yang kondisinya rusak di antaranya truk dam ukuran besar, ukuran ‎sedang, dan arm roll. Padahal saat ini volume sampah di Jakarta Utara mencapai 1.340 ton per hari dan dapat meningkat dua kali lipat pada musim banjir.

Maman (43) salah satu juru kemudi Truk Kebersihan Jakarta Utara yang sudah mengabdi 18 tahun, mengatakan bagian yang paling rusak adalah rem mengingat kerap terkena sampah basah yang diangkut dari kali atau waduk sehingga menimbulkan karat.

"Makanya saat dengar kita (Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara) mendapat hibah bantuan 5 truk sampah dari Pelindo II, saya sangat senang," kata mantan Camat Menteng yang mendapat promosi jabatan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tersebut.

Kelima armada baru tersebut nantinya‎ akan ditempatkan di lima lokasi yang volume sampahnya paling krusial, yakni Tanjung Priok, Pluit, Koja, Cilincing, dan Pademangan.

‎Bondan berharap agar langkah nyata Corporate Social Responsibillity (CSR) Pelindo II diikuti perusahaan-perusahaan lainnya yang berdomisili di Jakarta Utara. "Tapi itu bukan berarti kita tidak berupaya mengadakan truk secara mandiri, saat ini pengadaan armada baru begitu anggaran APBD 2015 sudah diketok, pemesanan dalam proses tender‎, semoga armada tahun ini lebih besar dari tahun lalu yang berkisar 30 armada," tambah Bondan.

‎Sementara itu,‎ Kepala Manager Pelayanan Pelanggan Hubungan Masyarakat PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Sofyan Gumelar, mengatakan lima truk yang diserahkan kemarin merupakan truk ukuran sedang. "Saat ini kita sedang membuat dua perahu yang dirancang khusus untuk dapat membersihkan sampah di waduk maupun kali, penyelesaiannya kurang lebih memakan waktu 8 bulan, nanti akan kita serahkan ke Pemprov DKI," ujar Sofyan.

Sedangkan, Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk, Riza Deliansyah‎, mengatakan pihaknya sampai saat ini belum berencana melakukan hal yang sama seperti Pelindo II dengan memberikan armada truk sampah ke Pemprov DKI Jakarta.

"Tapi itu bukan berarti kami tidak peduli dengan masalah kebersihan, ‎selama ini MOU kami dengan Dinas Kebersihan DKI Jakarta berjalan dalam program pembinaan yang berkelanjutan untuk mengelola timbunan sampah, melalui bank sampah," kata Riza singkat. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon